SAMPIT – Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit mengingatkan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, Senin 22 Desember 2025.
Kepala Stasiun BMKG H Asan Sampit melalui Prakirawan Cuaca Nadine Ayasha menjelaskan, angin kencang yang terjadi belakangan ini dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus.
Kondisi tersebut memicu adanya pergerakan udara dari atas ke bawah atau dikenal dengan updraft dan downdraft yang cukup kuat.
“Angin kencang ini disebabkan oleh pertumbuhan awan cumulonimbus. Di dalamnya terjadi pergerakan udara dari atas ke bawah yang memicu hembusan angin kuat di permukaan,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, kejadian angin kencang sejauh ini terdeteksi di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. BMKG juga memprakirakan, dalam tiga hari ke depan wilayah Kotim masih berpotensi diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
Peringatan tersebut sejalan dengan kejadian cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sampit pada Minggu 21 Desember 2025 sore. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Samekto, Jalan Walter Conrad, dan Jalan Kapten Mulyono.
Bahkan atap bangunan SMP Negeri 1 Sampit yang baru dibangun dilaporkan terlepas akibat terpaan angin kencang dan terbang hingga menimpa bangunan SMP Negeri 2 Sampit yang berada di sampingnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan. “Agak parah di SMPN 2. Atap SMPN 1 yang baru dibangun terbang dan jatuh ke atas bangunan SMPN 2,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan kecepatan angin saat kejadian diperkirakan mencapai hingga 60 kilometer per jam, sehingga cukup kuat untuk merobohkan pohon dan merusak bangunan.
BPBD Kotim bersama relawan Dompet Peduli langsung melakukan penanganan darurat, termasuk mengevakuasi material pohon tumbang dan mengamankan lokasi terdampak. Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun total kerugian material.
BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang, serta memangkas pohon yang berpotensi tumbang demi mengurangi risiko bencana (nardi)












