PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan fokus pelayanan mudik gratis Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 tetap pada moda transportasi darat. Sementara itu, program mudik gratis untuk angkutan laut maupun udara sepenuhnya bergantung pada kebijakan Kementerian Perhubungan.
“Untuk moda transportasi laut dan udara sementara ini yang ada laut dari kementerian ya, untuk pemerintah daerah masih belum. Kita prioritaskan yang banyak digunakan di provinsi adalah angkutan darat,” ujar Yulindra Dedy saat diwawancarai usai pelepasan bus gratis Nataru di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin, 22 Desember 2025.
Selain kesiapan armada, Dishub Kalteng juga memetakan titik-titik rawan kecelakaan dan gangguan lalu lintas. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral, sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi mendapat perhatian khusus akibat ancaman faktor alam.
Yulindra menyebutkan, potensi kerawanan meliputi bahaya banjir hingga tanah longsor, terutama di wilayah Barito dan jalur penghubung antarkabupaten.
“Ada beberapa titik yang menjadi perhatian baik bahaya banjir dan juga tanah longsor. Misalnya di arah Barito di ruas jalan nasional itu sudah dibentuk posko melalui BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional), termasuk juga di provinsi misalnya di ruas jalan Palangka Raya menuju Kuala Kurun, Gunung Mas,” jelasnya.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kalteng di penghujung tahun 2025 menjadi alasan utama tingginya risiko perjalananan. Yulindra mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat menghambat arus lalu lintas.
“Karena memang kondisi cuaca tahun ini masih dalam kategori cuaca ekstrem dan ini menjadi perhatian untuk Kalteng ini kan bencana yang paling rawan adalah banjir, longsor, dan angin kencang,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kejadian dalam beberapa hari terakhir di mana cuaca buruk mulai berdampak langsung pada kelancaran jalan raya.
“Seperti beberapa hari yang lewat banyak pohon yang tumbang dan juga mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas, ini yang menjadi perhatian kita bersama,” pungkas Yulindra.
(Syauqi)












