Menhut Lepasliarkan Dua Orangutan usai Mendapatkan Perawatan di Klinik OCCQ

IST/BERITASAMPIT : Menhut Raja Juli Antoni, bersama Direktur OFI Frederick saat melepaskan 2 orangutan di Taman Tanjung Putting.

PANGKALAN BUN – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, didampingi Direktur Orangutan Foundation International (OFI) Frederick dan rombongan, melepasliarkan 2 individu orangutan di kawasan Taman Tanjung Putting.

Pelepasliaran dilakukan sebagai upaya perlindungan satwa endemik dan pemulihan populasi orangutan di habitat alaminya setelah melalui perawatan yang intensif di Klining Orangutan atau Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) yang telah dikelola puluhan tahun oleh Prof. Dr. Birute Mary Galdikas, President Orangutan Foundatioan International (OFI) di Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Barat (Kobar). 

“Saya melakukan pelepasliaran dua individu. Ya, itulah rumah mereka, rimba raya. Kita jaga habitat orangutan supaya nanti anak cucu kita masih bisa bersama orangutan,” ujar Raja Juli dalam siaran pers, Selasa 30 Desember 2025.

Dua orangutan yang dilepasliarkan masing-masing adalah Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun yang menjalani rehabilitasi selama sekitar 15 tahun 9 bulan setelah diserahkan masyarakat Kabupaten , serta Robina atau Apung, betina berusia 25 tahun yang menjalani rehabilitasi hampir 20 tahun di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ). Keduanya dinyatakan layak dilepasliarkan setelah memenuhi persyaratan medis, perilaku, dan kemampuan bertahan hidup di alam.

Proses penilaian dilakukan untuk memastikan individu orangutan dapat beradaptasi dan hidup mandiri dihabitatnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Andi Muhammad Kadhafi mengatakan, pelepasliaran tersebut menjadi bagian dari capaian rehabilitasi orangutan sepanjang 2025.

“Pelepasliaran ini tidak hanya melepas individu ke alam, tetapi juga membuka harapan bagi kelangsungan hidup spesies orangutan dan ekosistem yang mereka huni. Proses ini menjadi indikator keberhasilan program rehabilitasi di OCCQ yang dijalankan oleh OFI,” ujarnya.

Kepala Balai TN Tanjung Puting Yohan Hendratmoko menilai pelepasliaran berkontribusi pada peningkatan populasi orangutan liar di kawasan konservasi.

baca juga ...  Bendera Kesultanan Kutaringin Berkibar di FKN Ke XIII di Tanah Luwu Sulsel

Kementerian Kehutanan menyatakan akan terus memperkuat pengelolaan kawasan konservasi melalui kolaborasi dengan mitra konservasi, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk memastikan perlindungan orangutan dan keberlanjutan ekosistem hutan. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!