SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai memantapkan langkah pembangunan menuju tahun 2026 seiring berakhirnya Tahun Anggaran 2025. Penajaman arah kebijakan dilakukan dengan menyesuaikan program daerah terhadap prioritas nasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi dan pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kotim Irawati dalam Rapat Evaluasi Akhir Tahun, Selasa 30 Desember 2025 yang menjadi wadah penilaian kinerja pemerintahan selama satu tahun sekaligus forum merumuskan strategi ke depan.
Irawati menegaskan, evaluasi akhir tahun bukan hanya membahas capaian program yang telah dilaksanakan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan pembangunan di tahun berikutnya.
“Harapannya, memasuki tahun yang baru, fokus kita adalah membawa perubahan agar Kotim semakin unggul di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tahun 2025 merupakan tahun awal periode kedua kepemimpinan pasangan Harati (Halikinnor-Irawati) sehingga berbagai dinamika dan tantangan pembangunan menjadi bagian dari proses yang harus dilalui bersama.
“Berbagai tahapan telah kita jalani dalam upaya mewujudkan visi Kotim yang maju, sejahtera, bermartabat, dan berkelanjutan,” kata Irawati.
Irawati menjelaskan bahwa capaian indikator ekonomi makro tahun 2025 secara resmi baru dapat diketahui setelah Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotim merilis data pada triwulan pertama tahun 2026.
Ia mengakui, pencapaian target ekonomi sepanjang 2025 tidak mudah karena kompleksitas persoalan yang dihadapi. Oleh sebab itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk mendorong pembangunan daerah.
Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, pemerintah daerah telah menyusun program prioritas yang lebih operasional, terukur, serta disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah agar pelaksanaannya lebih efektif.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Kotim akan memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Program unggulan nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih turut menjadi perhatian, disertai fokus pada pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan ekstrem, dan pelaksanaan program sekolah gratis.
“Pengalokasian anggaran dalam APBD Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk mendukung program-program prioritas tersebut agar dampak pembangunan lebih dirasakan masyarakat dan pelayanan publik semakin optimal,” jelasnya.
Irawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah dan pihak terkait atas kerja keras selama tahun 2025 dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, ekonomi, sosial budaya, tata kelola pemerintahan, hingga lingkungan hidup.
“Semoga hasil yang telah dicapai sepanjang 2025 dapat memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kotim,” pungkasnya. (nardi)












