PALANGKA RAYA – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pemantaauaan ketinggiaan debit air di beberapa kawasan yang biasa menjadi langganan banjir di wilayah Kota Palangka Raya.
Salah satunya seperti di Jalan Anoi Dan Komplek Mendawai Kelurahan Langkai, Kelurahan Petuk Katimpun, beberapa kawasan di Kelurahan Bukit Tunggal, Pelabuhan Rambang Kelurahan Pahandut serta Kelurahan Tumbang Rungan.
Dari hasil pantauan tersebut ada kenaikan antara 10 hingga 20 centimeter. Ketinggiaan air ini berbeda beda disetiap kelurahan karena faktor ketinggiaan datarannya, seperti di Kelurahan petuk katimpun ketinggiaan air naik cukup signifikan hingga menutup badan jalan menuju ketimpun bawah dengan ruas jalan yang tergenang +20 meter, namun demikiaan masyarakat masih bisa beraktifitas dengan normal meski harus mengurangi kecepatannya saat melintasi genangan air.
Sementara itu hasil pemantaauaan di Jalan Pelatuk VII dan Jalan Anoi ada kenaikan debit air ± 20 cm namun demikiaan aktivitas warga masih berjalan normal ruas jalan yang terendam air di jalan Pelatuk VII sepanjangnya ± 150 Meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Heri Fauzi mengatakan, bahwa terjadinya peningkatan debit air ini sebagai dampak dari meningkatnya intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah hulu dan sekitarnya. Dari pantaauaan tim di lapangan kenaikan debit Sungai Kahayan rata-rata 20–30 cm di beberapa titik pengamatan.
“Sedangkan sungai Rungan juga menunjukkan peningkatan debit air hingga 25 cm di wilayah utara Palangka Raya. Kemungkinan banjir di Kawasan pemukiman warga di bantaran sungai Kahayan dan rungan akan terjadi jika hujan dengan intensitas tinggi berlanjut hingga 3-5 hari ke depan,” ucapnya, Selasa 30 Desember 2025.
Dalam kesempatan ini juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi dari BPBD maupun BMKG.
“Hindari aktivitas di sekitar bantaran sungai jika air terus serta amankan barang-barang penting dan dokumen jika berada di wilayah rawan banjir. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Palangka Raya selalu siaga 24 jam untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan kedaruratan,” ungkapnya.(yud)












