PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Kalteng) terus memacu pemenuhan fasilitas di Rumah Sakit (RS) Hanau, Kabupaten Seruyan. Meski capaian fasilitas pada tahun 2025 dinilai sudah maksimal, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melengkapi sarana penunjang medis guna menyeimbangkan kualitas layanan dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa dari sisi kebutuhan dasar saat ini, fasilitas RS Hanau sebenarnya sudah mencukupi.
Namun kata Suyuti, pengadaan peralatan kesehatan (alkes) masih terus berjalan agar para tenaga medis, terutama dokter spesialis yang telah bertugas, dapat menjalankan fungsinya secara optimal bagi masyarakat.
“Kalau dari sisi kebutuhan saat ini sudah ya, tapi kan kita terus melengkapi karena sumber daya manusia nya sudah ada sehingga kita masih mengadakan peralatan (kesehatan) supaya dokternya yang ada itu bisa bekerja maksimal,” ujarnya saat diwawancarai di Aula Jayang Tungang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.
Suyuti menjelaskan bahwa RS Hanau saat ini telah memiliki tenaga ahli yang mumpuni, di antaranya ahli jantung serta ahli bedah pembuluh darah.
Keberadaan dokter spesialis ini merupakan aset penting bagi layanan kesehatan di wilayah barat Kalteng, sehingga dukungan alkes berteknologi tinggi menjadi prioritas utama dinas terkait.
Meskipun para tenaga spesialis tersebut sudah mulai memberikan layanan, Suyuti mengakui kinerjanya belum mencapai titik puncak karena keterbatasan alat pendukung spesifik. Selain aspek teknis peralatan, pihak dinas juga tengah menunggu pemenuhan regulasi melalui Keputusan Menteri (Kepmen) guna memperkuat legalitas dan standar operasional prosedur layanan tertentu.
“Kita sudah punya ahli jantung di sana, ahli bedah pembuluh darah. bisa sih bekerja tapi tidak bisa maksimal harus ada kepmennya. Target 2026 kita upayakan,” pungkasnya.
(Syauqi)












