Menjabat Hampir 11 Bulan, Gubernur Kalteng Paparkan Suka Duka dan Tantangan Anggaran

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur , H. Agustiar Sabran, menyampaikan sambutan pada Rilis Penyelenggaraan di Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo telah memimpin Provinsi hampir 10 bulan 11 hari sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Hal tersebut disampaikannya saat Rilis Penyelenggaraan di Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur , Rabu, 31 Desember 2025.

“Alhamdulillah, hampir 11 bulan hari ini kami memimpin bersama Pak Edy Pratowo. Kalau dihitung bulannya 10 bulan 11 hari terhitung sejak 20 Februari 2025 telah kita lalui dengan baik. Namun dalam perjalanannya tentu ada suka dan duka,” ujar Agustiar Sabran.

Ia menegaskan, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, keduanya selalu berupaya memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.

“Kami selaku Gubernur dan Wakil Gubernur selalu melakukan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah. Tentunya suka dukanya ada,” katanya.

Menurut Agustiar, sisi suka dirasakan ketika dapat berkumpul, berdiskusi, dan bertukar pikiran dengan berbagai pihak untuk membangun ke arah yang lebih baik.

“Sukanya, kita bisa berkumpul seperti ini, bertukar pikiran, untuk membangun Kalteng yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, duka dan tantangan terbesar yang dihadapi saat ini berkaitan dengan efisiensi dan penurunan postur anggaran daerah. Ia menyebutkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Tahun 2025 masih berada di kisaran Rp10,2 triliun, namun pada APBD Tahun 2026 mengalami penurunan signifikan.

“Kemarin APBD murni kita 2025 masih di kisaran Rp10,2 triliun. Sekarang APBD Tahun 2026 postur anggaran kembali menyusut hingga berada di angka Rp5,3 triliun,” ungkapnya.

Agustiar kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan masa kepemimpinan gubernur sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa di akhir masa jabatan Gubernur Teras Narang pada 2015, APBD berada di kisaran Rp2 triliun.

“Kalau kita analogikan dengan gubernur-gubernur sebelumnya, seperti Pak Teras Narang di akhir jabatannya tahun 2015, APBD di angka sekitar Rp2 triliun, saya kira itu besar dibanding APBD 2026, sekarang bahan pokok banyak yang naik karena inflasi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perubahan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya harga kebutuhan pokok. Menurutnya, pada masa lalu harga beras masih berada di kisaran Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram, sedangkan saat ini sudah menembus belasan ribu rupiah.

“Kalau dulu masih di angka Rp9 ribu sampai Rp10 ribu saja, bahkan beras murah di kisaran Rp8 ribu. Sekarang sudah belasan ribu,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Agustiar, menjadi tantangan sekaligus pemicu semangat bagi dirinya dan Wakil Gubernur untuk terus mencari solusi dan terobosan dalam membangun daerah.

“Ini tantangan, justru ini menjadi semangat kami. Kami harus bijak, bagaimana kami mengatasinya? Dengan berkolaborasi,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut bahwa dirinya dan Wakil Gubernur nyaris tidak mengenal hari libur karena terus memikirkan upaya dan strategi untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Makanya kami tidak mengenal yang namanya hari libur. Bawaannya hari Senin saja, karena kami memikirkan itu, mencari terobosan-terobosan untuk solusi,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Agustiar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun menuju cita-cita besar daerah.

“Kolaborasi untuk membangun menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Disbun Kalteng Dorong Transformasi Digital Perkebunan Lewat Dayakerja.id
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!