Awal 2026 Jadi Titik Balik, Empat Warga Binaan Lapas Sampit Hirup Udara Bebas Lewat Pembebasan Bersyarat

IST/BERITA SAMPIT - Empat orang warga binaan yang sujud sukur saat diberikan bebas bersyarat.

SAMPIT – Awal tahun 2026 menjadi momentum penuh harapan bagi empat warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit. Setelah menjalani masa pidana dengan baik dan mengikuti berbagai program pembinaan, keempatnya resmi menghirup udara bebas melalui program pembebasan bersyarat.

Kepala Lapas Sampit, Ahmad Yani, menyampaikan bahwa pembebasan tersebut diberikan setelah para warga binaan memenuhi sejumlah persyaratan, mulai dari telah menjalani dua pertiga masa pidana, memperoleh remisi, hingga menunjukkan perilaku yang baik selama menjalani pembinaan.

“Harapannya dengan mereka mendapatkan kebebasan, mudah-mudahan mereka tidak mengulangi perbuatan yang pernah dilakukan, dapat berintegrasi dan diterima oleh masyarakat,” tambahnya.

Yani menuturkan Lapas Sampit memberikan dua jenis pembinaan utama. Pertama adalah pembinaan kepribadian yang bekerja sama dengan instansi keagamaan seperti Kementerian Agama, Majelis Hindu Kaharingan, dan Gereja Immanuel. Kedua adalah pembinaan kemandirian melalui berbagai pelatihan kerja.

“Kemarin kita mengadakan program pengelasan yang sekaligus untuk membenahi sel-sel kami. Di sini juga ada pelatihan mebeler, peternakan ayam petelur, dan servis AC,” jelasnya.

Pelatihan servis AC khususnya diharapkan dapat membuka peluang kerja, mengingat jarangnya penyedia jasa tersebut di Kota Sampit.

“Saya berharap pelatihan itu nantinya bisa menjadi pekerjaan yang bermanfaat bagi kota Sampit ini,” ujarnya.

Sementara untuk menyambut pergantian tahun, Lapas Sampit tidak mengadakan acara khusus pada malam tahun baru. Namun, semangat perayaan diwujudkan melalui serangkaian lomba yang digelar pada pagi hari sebelum para warga binaan kembali ke kamar pada pukul 16.30 WIB.

“Kami tidak ada acara pada malam tahun baru. Tapi kami isi pagi hari ini dengan kegiatan lomba-lomba,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Pupuk Langka, Petani Lampuyang Terancam Gagal Panen hingga Beralih ke Sawit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!