Masyarakat Serbu Pasar Murah Saat HUT ke-73 Kotim

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana kegiatan gerakan pangan murah dan pasar murah di HUT ke-73 Kotim.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Timur menggelar pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Timur ke-73, Rabu 7 Januari 2026 dan diserbu masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tampak warga sudah mulai ramai antre dan diatur petugas saat kegiatan berlangsung.

Pada kegiatan pasar murah, pemerintah daerah menyiapkan sebanyak 200 paket sembako yang dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp50 ribu per paket. Padahal, nilai total isi paket tersebut mencapai sekitar Rp150 ribu.

Setiap paket pasar murah berisi lima item kebutuhan pokok, yakni beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, sarden, dan susu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Timur.

Selain pasar murah, Pemkab Kotim juga menggelar Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dalam GPM ini, sejumlah komoditas pangan dijual dengan harga di bawah harga pasar karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah.

Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Mira Septia Sari, menjelaskan bahwa GPM menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Di antaranya beras lokal dijual Rp58 ribu per sak, gula pasir Rp15 ribu per kilogram, telur ayam Rp50 ribu per sap, minyak goreng Rp14 ribu per liter, bawang merah Rp35 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp30 ribu per kilogram. Selain itu, juga tersedia berbagai produk pangan beku.

“Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya digelar pada puncak peringatan HUT Kotim, tetapi juga berlangsung selama pelaksanaan Sampit Expo, yakni pada 8 hingga 13 Januari 2026, yang dipusatkan di stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan,” ujarnya.

Untuk ketersediaan harian GPM, pemerintah daerah menyiapkan beras lokal sebanyak 2 ton per hari, minyak goreng 360 liter, gula pasir 200 kilogram, telur ayam 70 sap, bawang merah 75 kilogram, dan bawang putih 50 kilogram. Seluruh kegiatan ini didukung anggaran APBD dengan total nilai sekitar Rp11,6 juta per hari selama tujuh hari pelaksanaan.

Pasar murah dan Gerakan Pangan Murah ini diharapkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan dapat membantu meringankan beban pengeluaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok. (Nardi)

baca juga ...  Solar Langka, Antrean Truk Mengular di SPBU Kotim

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!