Tahun 2025, Kabupaten Kobar Aman dari Bencana Banjir Berkat Gerak Cepat Dinas PUPR Bersihkan Saluran Induk Pengendali Banjir

IST/BERITASAMPIT : Kadis PUPR Kobar HM.Hasyim Muallim (kiri). Saluran Induk Pengendali Banjir, yang sudah dibersihkan Tim Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Kobar.

Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior-beritasampit.com)

Tahun 2025, penuh dengan keprihatinan bagi masyarakat di puluhan Kabupaten/Kota, khususnya bagi masyarakat Sumatera, terutama karena banjir besar yang melanda beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir tersebut disebabkan oleh curah hujan ekstrem dan siklon tropis Senyar, yang memicu longsor dan banjir bandang yang juga terjadi  di beberapa daerah.

Pengamatan penulis, di tahun-tahun sebelumnya intensitas hujan  cukup tinggi di beberapa di Kabupaten Barat (Kobar) selalu di kepung banjir, sehingga banyak rumah warga yang tergenang banjir. Seperti di beberapa di wilayah Kecamatan Arut Utara, Lama dan Kecamatan Arut Selatan, yang sudah menjadi langganan banjir.

Namun pada tahun 2025, berkat gerak cepat Tim Terpadu Bidang Sumber Daya Air yang dikomandoi  Kadis PUPR Kobar Dr. Ir. H. Hasyim Muallim, MT., pengamatan penulis, sejak awal musim hujan sampai sekarang Januari 2026, meski masih musim hujan di Kabupaten Barat (Kobar) aman dari banjir.

Sebelumnya, kenapa beberapa wilayah kelurahan di Kota Pangkalan Bun dan sejumlah pelosok saat musim hujan sering Banjir?, itulah yang sering dikeluhkan warga masyarakat.

Maka, hal tersebut sejak awal Januari 2025 oleh Dinas PUPR khususnya Bidang Sumber Daya Air terus diungkap dalam beberapa kali rapat  yang dipimpin Kadis PUPR Kobar HM. Hasyim Muallim, untuk membahas apa yang paling utama penyebab banjir tersebut. 

Kadis PUPR Kobar HM. Hasyim Muallim mengungkapkan, penyebab banjir di Wilayah Kota Pangkalan Bun dan pelosk di Kabupaten Kobar, karena akibat banyaknya saluran air (sungai kecil) yang sudah dangkal dipenuhi pasir, tanah dan ditumbuhi rumput serta alang-alang, sehingga menyumbat saluran air. Padahal beberapa saluran air atau sungai kecil tersebut sebelumnya sebagai Saluran Induk Pengendali Banjir.

baca juga ...  Reza Pahlavi, Pangeran Pengasingan yang Bermimpi Gulingkan Ayatollah Khamenei

“Setelah mengamati dari para ahli meteorologi, khususnya , yang memprediksi intensitas hujan tinggi sepanjang tahun 2025, terutama puncaknya pada Desember 2025 hingga awal 2026, dipicu oleh dinamika atmosfer dan kemungkinan fase La Niña lemah yang meningkatkan curah hujan tinggi, maka kami dengan Tim  Bidang Sumber Daya Air dengan gerak cepat, langsung mendatangi kebeberapa lokasi saluran induk pengendali banjir, baik di Kota Pangkalan Bun dan sejumlah pelosok ,“ kata HM. Hasyim Muallim saat dikonfirmasi penulis beberapa hari yang lalu.

IST/BERITASAMPIT : Sejumlah foto lokasi Saluran Induk Pengendali Banjir di Kota Pangkalan Bun sebelum dibersihkan terlihat dipenuhi sampah, endapan dan rumput.

Tim Terpadi Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kobar, telah mengerahkan puluhan pekerja untuk melakukan pembersihan saluran sehingga disaat hujan turun dengan deras dapat mengurangi risiko banjir karena saluran air telah dibersihkan sehingga air dapat mengalir lebih lancar dan tidak menyebabkan banjir.

Kadis PUPR Kabupaten Kobar HM. Hasyim Muallim menghimbau kepada warga masyarakat yang rumahnya berdekatan dengan Saluran Induk Pengendali Banjir (SIPB) untuk membantu dan menjaga, antara lain jangan sembarangan membuang sampah, atau tanah, dan  rumput  bekas dibabat ke SIPB.

“Juga kami mengajak kepada warga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan merawat, serta melaporkan apabila Saluran Induk Pengendali Banjir, misalnya tembok bagian pinggir rusak akibat ambruk atau tersumbat dibagian gorong-gorongnya, segera laporkan kepada Kantor Dinas PUPR Kabupaten Kobar, Jalan Sutan Syahrir, depan Kantor Bupati Kobar,“ ungkap Kadis PUPR HM. Hasyim Muallim.(*)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!