SAMPIT – Hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memunculkan sejumlah nama pejabat dengan tingkat senioritas dan jam terbang birokrasi yang beragam.
Pengalaman panjang dinilai menjadi salah satu indikator yang patut dipertimbangkan dalam penentuan kepala SOPD.
Ketua Aliansi Pemuda Kotim Anton Al Sudani menilai bahwa senioritas masih relevan dijadikan salah satu pertimbangan dan kompeten dibidang. Menurutnya, pengalaman panjang di birokrasi pemerintahan akan berpengaruh terhadap kemampuan manajerial, pengambilan keputusan, serta pemahaman terhadap dinamika pemerintahan daerah.
“Senioritas memang bukan satu-satunya faktor, namun jam terbang birokrasi yang panjang bisa membentuk kematangan dalam memimpin organisasi perangkat daerah,” ujarnya, Rabu 7 Januari 2026.
Melihat komposisi tersebut, senioritas dan jam terbang birokrasi dinilai menjadi salah satu aspek penting yang dapat dipertimbangkan kepala daerah dalam menentukan pejabat definitif, meski tetap harus disandingkan dengan kompetensi, integritas, dan rekam kinerja masing-masing kandidat.
Berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan pada Senin 5 Januari 2026, pada jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Waren tercatat sebagai kandidat paling senior dengan pengangkatan CPNS tahun 1990. Sementara kandidat lainnya yakni Muhammad Huzaifah diangkat sebagai CPNS tahun 2000, dan Oktav Fahlevi pada tahun 2010.
Untuk jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rody Kamislam menjadi yang paling senior, Dua kandidat lainnya adalah Moh Wijaya Putra, serta Akhmad Fahmi Rizal.
Di posisi Direktur RSUD Dr. Murjani, dr Yulia Noflany dinilai layak karena merupakan dokter dan sudah lama di RSUD Murjani, kemudian nama lainnya Abdurahman serta Setia Rahmadi.
Jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menempatkan Joni Parwoto sebagai kandidat dengan masa kerja ASN terpanjang, sementara nama lainnya Widya Yulianti dan Nino Andria Yudianto.
Untuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cok Orda Putra Legawa lebih senior dibanding dua kandidat lainnya yaitu Harry Ramadhani dan Ady Candra.
Di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Akhmad Taufik menjadi kandidat paling senior dibanding dua kandidat lain yaitu Kaspulzen Heriyanto dan Eddy Hidayat.
Pada jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bahalap Ervar Agam lebih senior dibanding kandidat lainnya Ninuk Muji Rahayu dan Yudi Aprianur.
Untuk Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB, Susiawati, lebih senior dibandingkan Muhamad Indra dan Achmad Yusi.
Di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Permata Fitri lebih berpengalaman, sementara nama lainnya Yephi Hartady Periyanto dan Fuji Rahmadi.
Sektor pendidikan dirinya menilai Fahrujiansyah sebagai kandidat paling kuat untuk Kepala Dinas Pendidikan, karena pengalamannya, kemudian kandidat lainnya Yolanda Lonita Fenisia dan Gusti Mukafi.
Terakhir, pada jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Cipto Utama diangkat sebagai CPNS tahun 1999, lebih awal dibandingkan Muslih yang diangkat tahun 2006 dan Rifarna Montazriani pada tahun 2010.
Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makkalepu, menjelaskan bahwa seleksi asesmen ini bekerja sama dengan UPT Pusat Penilaian Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur.
Jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti asesmen sebanyak 46 orang.
“Panitia seleksi nantinya akan menetapkan tiga kandidat terbaik untuk setiap jabatan. Selanjutnya, menjadi kewenangan Bupati untuk memilih satu orang dari tiga kandidat terbaik tersebut,” jelasnya. (Nardi)












