PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) akan resmi diluncurkan pada Februari 2026.
Program tersebut menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Hari Desa Nasional lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Jumat, 9 Januari 2026.
Leonard menjelaskan, peluncuran Kartu Huma Betang Sejahtera sejalan dengan semangat peringatan Hari Desa Nasional, yang menekankan pembangunan dari desa hingga wilayah pedalaman.
“Kartu Huma Betang akan diluncurkan pada Februari 2026. Program ini selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, serta momentum Hari Desa Nasional yang menegaskan pembangunan dimulai dari desa,” ujarnya.
Selain menyampaikan agenda peluncuran program, Leonard juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng untuk mengawali tahun 2026 dengan semangat dan harapan baru dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Selamat berbahagia untuk kita semua. Tetap semangat, tetap berdoa, dan terus berusaha,” ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa penerima Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria berdasarkan kondisi ekonomi.
“Penerima Kartu Huma Betang adalah orang-orang yang berhak. Dalam pemerintahan, kita melihat desil 1 dan desil 2,” kata Agustiar saat ditemui di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 21 November 2025.
Ia menjelaskan, standar penerima bantuan juga mempertimbangkan tingkat penghasilan. Pemerintah memastikan masyarakat dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi prioritas penerima.
“Tenaga kontrak penghasilannya sekitar Rp2,6 juta per bulan, dan kami pastikan yang di bawah UMP mendapat bantuan,” jelasnya.
Gubernur juga menyebutkan bahwa kategori penerima bantuan mencakup masyarakat dengan penghasilan tidak tetap, seperti pemulung, pengemudi ojek online, buruh, petani, dan nelayan.
“Penerima gaji tidak tetap itu salah satu kategorinya, termasuk pemulung, ojol, buruh, petani, dan nelayan,” terangnya.
Untuk tahap awal, Pemprov Kalteng menyiapkan program Kartu Huma Betang Sejahtera bagi sekitar 170 ribu kepala keluarga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Jumlah yang akan disiapkan kurang lebih 170 ribu kepala keluarga,” tutup Agustiar.
Sementara itu, Leonard S. Ampung sebelumnya juga menegaskan bahwa Program Huma Betang merupakan program prioritas Pemprov Kalteng dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan hingga ke pelosok daerah.
“Kami tidak ingin ada anak-anak Kalteng yang tidak bisa sekolah, kuliah, berobat, atau kesulitan memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Leonard di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 6 November 2025.
Ia menambahkan, berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial akan diintegrasikan melalui Kartu Huma Betang Sejahtera yang mulai berjalan pada 2026, sebagai kelanjutan dari fondasi program strategis yang telah disiapkan sejak 2025.
(Sya'ban)












