Warga Pangkalan Lada dan Arut Selatan Desak Perbaikan Infrastruktur serta Penanganan Longsor

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi.

– Sejumlah masyarakat di wilayah Pangkalan Lada dan Arut Selatan mendesak pemerintah provinsi untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur dan penanganan ancaman longsor.

Juru Bicara (Jubir) Reses Dapil III DPRD Kalteng, Okki Maulana, menyampaikan bahwa salah satu poin krusial adalah kondisi jalan poros provinsi di Pangkalan Tiga yang terancam amblas.

“Masyarakat berharap adanya perbaikan terkait dengan siring di sungai yang dilalui jalan poros provinsi (yang sudah berpotensi longsor), pangkalan tiga, Kec. Pangkalan lada,” ujar Okki saat membacakan hasil reses dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.

Selain masalah infrastruktur jalan, warga Pangkalan Tiga juga mengusulkan bantuan hibah ternak sapi, bibit kelapa genjah, armada pengangkut sampah, hingga tenda untuk pelaku UMKM.

“Masyarakat berharap adanya bantuan untuk nelayan berupa getek/kendaraan di air untuk mencari ikan,” tambahnya.

Kondisi serupa terjadi di Sabukat, Kecamatan Pangkalan Banteng. Warga setempat mengharapkan peningkatan jalan, drainase, jembatan, serta pengadaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS). Di sektor ekonomi, mereka mengusulkan bantuan bibit ternak unggul (ayam, sapi, itik, kerbau), bibit sawit, serta alat produksi kerupuk dan mesin kelotok.

Sementara itu, warga Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, memprioritaskan normalisasi sungai dan perbaikan drainase untuk mencegah banjir. Selain mengusulkan rehab rumah ibadah dan pengadaan alat musik keagamaan, warga juga mendesak pembangunan SMA/SLTA di wilayah tersebut.

“Diharapkan bantuan pengadaan perahu nelayan, pembangunan pelabuhan tambat, dan pelabuhan permanen,” kata Okki membacakan tuntutan warga pesisir.

Kebutuhan akan sarana dan sosial juga mencuat di Baru, Kecamatan Arut Selatan.

“Masyarakat berharap pengadaan mobil Ambulans untuk mengangkut jenazah,” jelasnya.

Warga juga mengusulkan pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan Rumah Qur'an.

Di sisi lain, ancaman abrasi menjadi perhatian serius bagi warga Sungai Cabang Barat, Kecamatan Kumai. Mereka meminta pemerintah membangun pemecah ombak untuk melindungi pemukiman.

“Agar dapat dibangunkan bangunan SKM penahan ombak (Break Water System) untuk menahan laju Abrasi Pantai yang terjadi di Sungai Cabang Barat,” pungkas Okki.

(Syauqi)

baca juga ...  DPRD Kalteng Soroti Peran PBS dalam Kerusakan Lingkungan dan Banjir di Kapuas Tengah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!