Destinasi Wisata Pulau Hanibung Ditarget Selesai Sebelum 2029

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Bapperida Kotim Alang Arianto.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi agar dapat tuntas sebelum berakhirnya masa jabatan kepala daerah pada 2029. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata andalan daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kotim, Alang Arianto, menyampaikan bahwa Pulau Hanibung masuk dalam prioritas proyek strategis karena dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Pengembangan Pulau Hanibung diharapkan bisa direalisasikan secara bertahap hingga 2029, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Kotim,” kata Alang, Sabtu 17 Januari 2026.

Ia menjelaskan, secara teknis pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata tersebut menjadi kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Namun, untuk memastikan percepatan berjalan optimal, dibutuhkan keterlibatan dan dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Tidak mungkin berjalan sendiri. Sinergi antar-OPD menjadi kunci agar pengembangan kawasan ini benar-benar terencana dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam hal perencanaan, Bapperida Kotim berperan menyiapkan arah pembangunan jangka panjang melalui penyusunan master plan Pulau Hanibung. Dokumen tersebut akan menjadi pedoman bersama bagi OPD, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Master plan ini penting agar pengembangan tidak terpotong-potong dan seluruh pihak memiliki acuan yang sama sesuai tugas dan fungsinya,” jelas Alang.

Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kotim juga menaruh perhatian pada aspek lingkungan dan nilai-nilai lokal. Konsep pengembangan Pulau Hanibung diarahkan sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang tetap menjaga kelestarian alam dan kearifan setempat.

Dengan perencanaan yang matang sejak awal, Pulau Hanibung diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata baru, tetapi juga mampu tumbuh sebagai ikon pariwisata Kotim yang membanggakan. (nardi)

baca juga ...  Masyarakat Sampit Keluhkan Harga Sembako di Sejumlah Pasar Tradisional Masih Tinggi 
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!