PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus berinovasi dalam menjalankan program pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat mengumpulkan seluruh kepala OPD di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa, 20 Januari 2026.
Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi perangkat daerah untuk menurunkan kinerja.
Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan tetap berjalan optimal.
“Ini zaman modern, kita berinovasi, tapi kita tetap menjaga agar tidak terjaring masalah,” kata Agustiar Sabran.
Ia menekankan, inovasi yang dilakukan harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program yang dijalankan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya kebersamaan dan sinergi antarperangkat daerah dalam menghadapi tantangan penurunan anggaran.
Menurutnya, soliditas OPD menjadi modal utama untuk menjaga kesinambungan pembangunan di Kalimantan Tengah.
“Di tengah efisiensi anggaran, harus ada kebersamaan yang kuat,” ujarnya.
Diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 tercatat sekitar Rp5,4 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 34,71 persen dibandingkan APBD Tahun 2025 yang mencapai Rp8,3 triliun.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi internal setelah Gubernur sebelumnya menjalani perawatan medis sejak 7 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan optimismenya untuk kembali memimpin roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Pertemuan ini untuk memperkuat kebersamaan kita membangun Kalteng. Insyaallah kami diberi kekuatan dan kesehatan untuk memimpin Kalteng,” pungkasnya.
(Sya'ban)












