SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan anggaran sebesar Rp400 juta pada tahun 2026 untuk perbaikan Jembatan Kapten Mulyono, Sampit. Sementara itu, pembangunan jembatan baru direncanakan dapat direalisasikan pada tahun 2027, setelah seluruh tahapan kajian teknis diselesaikan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya sudah menganggarkan pada penyusunan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) sebagai dasar permanenisasi jembatan.
“Kami tahun ini masih melakukan studi kelayakan. Jembatan ini sudah tua, kami juga kesulitan mencari data, untuk pembangunan baru harus ada kajian terlebih dahulu sebelum dibangun baru. Tahapannya memang harus dilalui,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.
Menurut Mentana, selama proses tersebut, pemeliharaan rutin akan terus dilakukan. Namun ia mengakui, perbaikan bersifat sementara tidak bisa bertahan lama jika hanya mengandalkan pemeliharaan bulanan.
“Kalau hanya dipelihara, satu bulan diperbaiki bisa rusak lagi. Karena itu kami siapkan dana perbaikan sementara, termasuk penggantian plat dan kayu ulin, supaya setidaknya bisa bertahan sekitar satu tahun,” katanya.
Target pembangunan jembatan baru pada 2027 sangat bergantung pada hasil FS serta ketersediaan anggaran. Rencana penganggaran akan dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan diharapkan mendapat dukungan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada rencana penganggaran melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant untuk tahun 2026. Namun, anggaran tersebut terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat sehingga belum bisa direalisasikan.
Untuk 2026 disiapkan anggaran Rp400 juta untuk perbaikan pemeliharaan. Sementara pembangunan baru kita targetkan 2027, jumlah anggaran nantinya tergantung hasil FS dan kondisi anggaran. (nardi)












