SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi, secara resmi membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-IV Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukamara Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Sukamara, Jumat 23 Januari 2026.
Konferensi Cabang yang mengusung tema “Meneguhkan Soliditas dan Peran Muslimat NU dalam Merawat Tradisi Aswaja dan Menguatkan Kemandirian Organisasi” ini merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang memiliki makna strategis bagi keberlangsungan dan arah organisasi ke depan.
Wakil Bupati Nur Effendi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Muslimat Nahdlatul Ulama yang selama ini telah berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan di Kabupaten Sukamara.
“Muslimat NU telah membuktikan diri sebagai organisasi perempuan yang memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan keluarga, menjaga nilai moral, serta merawat tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat, toleran, dan menyejukkan,” ujarnya.
Menurut Nur Effendi, di tengah tantangan globalisasi, digitalisasi, serta dinamika sosial dan budaya yang semakin kompleks, soliditas organisasi menjadi kunci agar Muslimat NU tetap kokoh dan mampu menjalankan peran keummatan dan kebangsaan secara optimal.
Ia juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi agar Muslimat NU mampu berdaya dan berkelanjutan dalam menjalankan program-program pemberdayaan perempuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.
“Pemerintah daerah sangat mendukung peran Muslimat NU sebagai mitra strategis dalam pembangunan, khususnya dalam penguatan nilai keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan,” tambahnya.
Konfercab Ke-IV Muslimat NU Kabupaten Sukamara ini menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi, perumusan arah kebijakan dan program kerja, sekaligus pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa Muslimat NU semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengurus Muslimat NU, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan badan otonom Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sukamara. (enn)












