SAMPIT – Setelah sukses mengimplementasikan program pemberdayaan di Nanga Tayap, Kalimantan Barat, Bumitama (BGA Group) resmi memperluas jangkauan program Sekolah Desa Berdaya ke wilayah Kotawaringin, Kalimantan Tengah.
Langkah ini mempertegas komitmen perusahaan dalam membangun kemandirian desa yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Peluncuran program yang bernaung di bawah payung Bumitama Berdaya (Beri Daya dan Upaya) ini dilaksanakan di Metro Manggau, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen BGA, perwakilan Direktorat Koperasi & UMKM BAPPENAS RI, jajaran pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat setempat.

Fokus pada Kemandirian dan Ekonomi ProduktifProgram yang telah memulai tahap pengenalan sejak Juli 2025 ini mengusung tiga pilar utama:
1. Peningkatan produktivitas petani sawit swadaya.
2. Pengembangan ekonomi produktif melalui diversifikasi usaha.
3. Penguatan desa rendah karbon.
Hingga saat ini, BGA telah menyelenggarakan lima gelombang (batch) pelatihan ekonomi produktif yang mencakup klaster hortikultura, peternakan, hingga pengolahan pangan. Fasilitas ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran sekaligus kolaborasi bagi warga desa.
“Keberlanjutan perusahaan hanya dapat terwujud apabila tumbuh seiring dengan kemajuan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Melalui program ini, kami ingin memperkuat kapasitas dan kemandirian masyarakat secara jangka panjang,” ujar Johan Sukardi, selaku Corporate Affair Director BGA.
Strategi Menghadapi Fase ReplantingSelain penguatan ekonomi harian, program ini menjadi langkah strategis BGA dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi fase replanting (peremajaan) kebun plasma.
Dengan adanya diversifikasi ekonomi, masyarakat diharapkan memiliki sumber pendapatan alternatif sehingga ketahanan ekonomi desa tetap terjaga selama masa transisi perkebunan.
Kolaborasi Strategis dan Akses PasarDalam peresmian tersebut, dilakukan pula penandatanganan kerja sama strategis untuk menjamin keberlanjutan UMKM binaan, di antaranya:
Pertama, Pemasaran: Kerja sama antara Poklahsar Maju Mapan Belitung Laut dengan Hypermart.
Kedua, Permodalan: Kemitraan dengan PNM untuk memperluas akses layanan modal bagi warga.

Rizki Munadhil, Dept Head CSR Bumitama, menjelaskan bahwa sinergi dengan pihak eksternal skala nasional sangat krusial.
“CSR mendorong peningkatan standar keberhasilan UMKM binaan, mulai dari kompetensi, permodalan, hingga jaminan pemasaran,” ungkapnya.
Dukungan Pemerintah DaerahPemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyambut baik inisiatif ini. Mewakili Bupati, Asisten I Setda Kobar, Tengku Ali Syahbana, menyampaikan bahwa optimisme kolaborasi dengan BGA akan mempercepat pembangunan daerah dan menciptakan ekosistem desa yang lebih inklusif.
Dengan hadirnya Sekolah Desa Berdaya di Kalimantan Tengah, BGA Group berharap dapat menciptakan model pemberdayaan yang mampu direplikasi di wilayah lain, demi terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan di masa depan.(im/bs)












