Viral! Petani Lampuyang Geruduk Gudang Pupuk, Tuding Nama Mereka ‘Dipakai' tapi Pupuk Tak Pernah Diterima

IST/BERITASAMPIT - Video viral petani Lampuyang dan Seranggas protes terkait distribusi pupuk.

SAMPIT – Aksi protes petani terhadap pendistribusian pupuk subsidi terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial, Senin 26 Januari 2026. Hal ini berkaitan dengan distribusi pupuk yang diduga tidak tepat sasaran di wilayah pertanian Lampuyang dan Seranggas Kecamatan Teluk Sampit (Kotim).

Petani menduga pupuk seharusnya disalurkan ke wilayah yang wajib menanam padi, namun tidak sampai kepada petani yang berhak.

Dalam video tersebut, sejumlah petani mendatangi gudang pupuk dan menyuarakan kekecewaan karena merasa tidak pernah menerima pupuk yang seharusnya menjadi hak mereka.

Dalam rekaman itu, petani mempertanyakan nasib mereka apabila pupuk tidak diberikan. “Kalau tidak diberikan kami ini dapat apa? Kalau tidak diberi setahun kami dapat apa?” ucap salah satu petani dengan nada tinggi.

Seseorang berkaos biru muda disebut sebagai anggota Balai Penyuluh Pertanian (BPP) tampak berusaha menenangkan massa. Ia meminta petani bersabar dan menyampaikan akan melakukan pendataan ulang. “Izin kami data saja dulu petani berapa. Jadi gini, kita data. Sabar pak,” ujar petugas BPP tersebut.

Namun pernyataan itu langsung mendapat respons keras dari petani. Mereka menilai pendataan sudah berulang kali dilakukan sejak lama. “Sudah dari dulu didata, harusnya ada datanya,” sahut seorang petani dalam video tersebut.

Petani juga mengeluhkan kondisi ekonomi yang semakin sulit akibat keterbatasan pupuk. Mereka mengaku tidak diperbolehkan beralih menanam komoditas lain seperti kelapa sawit, sementara pupuk untuk pertanian pangan tidak kunjung diterima. “Kami perlu pupuk, orang susah,” ujar petani lainnya.

Petugas BPP kembali menegaskan bahwa data petani tetap diperlukan dan akan dicek ulang. “Kami perlu data pian masing-masing. Kita perlu data. Kami cek, saya cek lagi,” katanya.

baca juga ...  Renovasi Stadion 29 November Sampit Dimulai Pertengahan Tahun 2020

Pernyataan itu kembali dibantah petani. Mereka menegaskan data sudah lama masuk dan tidak mungkin hilang. Bahkan, muncul tudingan bahwa nama petani hanya digunakan dalam pengadaan pupuk, namun pupuk tersebut tidak pernah sampai ke tangan mereka.

“Data sudah dari dulu masuk, tidak mungkin tidak ada. Selama ini nama kami dijual saja buat pengadaan pupuk, tapi tidak sampai ke kami. Kami tidak pernah menerima pupuk itu. Keluarkan pupuknya,” tegas petani.

Di akhir video, petugas BPP akhirnya bersedia mengeluarkan pupuk yang disimpan dan menanyakan berapa yang diperlukan petani.

“40 ya pak ya,” ujarnya.

Namun video yang beredar tersebut belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait. (Nardi)

IST/BERITASAMPIT – Video viral petani Lampuyang dan Seranggas protes terkait distribusi pupuk

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!