PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat aktivitas transportasi udara di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan pada Desember 2025.
Selama periode tersebut, frekuensi penerbangan tercatat sebanyak 1.400 penerbangan, dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 72.260 orang.
Data tersebut disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng M. Taufiqurrahman dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan secara daring dari Ruang Vicon BPS Kalteng dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi BPS, Senin, 2 Februari 2026.
“Pada Desember 2025, frekuensi penerbangan tercatat sebanyak 1.400 penerbangan dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 72.260 orang,” ujar Taufiqurrahman.
Peningkatan aktivitas penerbangan tersebut sejalan dengan perkembangan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah. Pada periode yang sama, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat mencapai 57,64 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 58.537 orang, yang didominasi wisatawan domestik, dengan rata-rata lama menginap 1,34 malam.
“Jumlah tamu hotel berbintang pada Desember 2025 tercatat sebanyak 58.537 orang dengan rata-rata lama menginap 1,34 malam dan masih didominasi wisatawan domestik,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, BPS juga memaparkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Januari 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,38 persen secara month-to-month.
“Inflasi Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,30 persen,” kata Taufiqurrahman.
Ia menambahkan, komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan gabus, ikan nila, dan beras, sementara penurunan harga bawang merah dan cabai rawit turut menahan laju inflasi.
Secara year-on-year, inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,09 persen, dengan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebagai penyumbang terbesar.
“Kenaikan tarif listrik serta harga emas perhiasan menjadi faktor dominan inflasi tahunan,” pungkas Taufiqurrahman.
(Sya'ban)












