PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Desember 2025 mencapai 57,64 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 58.537 orang, yang didominasi wisatawan domestik, dengan rata-rata lama menginap 1,34 malam.
Data tersebut disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng M. Taufiqurrahman dalam paparan Berita Resmi Statistik (BRS) yang disiarkan secara daring dari Ruang Vicon BPS Kalteng, Senin, 2 Februari 2026.
“Jumlah tamu hotel berbintang tercatat sebanyak 58.537 orang dengan rata-rata lama menginap 1,34 malam dan masih didominasi wisatawan domestik,” ujar Taufiqurrahman.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas pariwisata, sektor transportasi juga menunjukkan tren positif. Pada Desember 2025, frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 1.400 penerbangan, dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 72.260 orang.
“Pada periode yang sama, frekuensi kunjungan kapal laut mencapai 904 unit dan disertai peningkatan aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan utama,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memaparkan kondisi ekonomi daerah melalui perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).
Pada Januari 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,38 persen secara month-to-month, yang terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,30 persen.
“Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, ikan gabus, ikan nila, dan beras, sementara penurunan harga bawang merah dan cabai rawit menahan laju inflasi,” ungkap Taufiqurrahman.
Secara year-on-year, inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 4,09 persen, dengan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebagai penyumbang terbesar.
“Kenaikan tarif listrik serta harga emas perhiasan menjadi faktor dominan inflasi tahunan,” katanya.
Sementara itu, dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor Kalimantan Tengah periode Januari-Desember 2025 tercatat sebesar USD 3,54 miliar, atau turun 12,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi batu bara dan minyak kelapa sawit dengan tujuan utama Jepang, India, dan Tiongkok,” pungkas Taufiqurrahman.
(Sya'ban)












