SAMPIT – Aktivitas penambangan pasir ilegal di Desa Rantau Katang, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian meresahkan. Dampaknya kini nyata dan membahayakan, dapur rumah salah satu warga dilaporkan runtuh akibat longsor di tebing Sungai Mentaya.
Warga setempat mendesak pemerintah segera bertindak tegas dan menutup aktivitas tambang pasir ilegal yang diduga beroperasi dalam skala besar di wilayah tersebut. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, longsor terjadi karena tanah di bantaran sungai terus terkikis akibat penambangan.
“Tanah habis longsor, dapur rumah salah satu warga runtuh,” ungkapnya pada Sabtu 7 Februari 2026.
Selain itu, dirinya juga menyebut sudah banyak tiang pondasi rumah warga yang tergantung akibat tanah yang longsor. Aktivitas penambangan yang dilakukan itu tak hanya merusak fasilitas umum tetapi juga merusak alam.
“Dalam sehari bisa 50 sampai 60 truk pengangkut mengambil pasir,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, saat ini jalan yang ada di seberang desa telah berbatas langsung dengan sungai akibat tanah yang terkikis dan longsor. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga. Pasalnya tidak ada kontribusi yang diberikan oleh para pemilik tambang pasir untuk desa.
“Pernah saat hujan saya lihat langsung tanah di pinggir sungai runtuh langsung jatuh ke air sungai,” ungkapnya.
Lebih lanjut warga menuding pemerintah lamban dalam bertindak. Menurutnya akibat dari penambangan pasir ilegal itu sudah jelas menyebabkan kerusakan lingkungan sekaligus fasilitas umum seperti jalan dan jembatan. Banyak masyarakat yang menjadi korban sementara yang menikmati keuntungan hanya segelintir orang.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan nyata, tutup tambang pasir ilegal itu!. Tegakkan hukum terhadap pemilik, runtuhnya dapur milik warga beberapa waktu lalu adalah peringatakan keras. Tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa amarah warga Desa Rantau Katang kian memuncak, aktivitas tambang pasir ilegal yang beroperasi di tengah desa diduga kuat menjadi penyebab rusaknya lingkungan dan fasilitas umum mulai dari jalan desa hingga jembatan pengubung.
Kepala Desa Rantau Katang, Darliansyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan tuntutan warga kepada pihak terkait dan berencana akan mengumpulkan warga untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Insyaallah sebelum puasa ini kita kumpulkan warga untuk membahas masalah itu,” pungkasnya.
(Utomo)












