Pemkab Kotim Siapkan Pensiunan ASN Jadi Wirausaha 

NARDI/BERITASAMPIT - Kegiatan sosialisasi ketaspenan dan pembekalan kewirausahaan untuk ASN menjelang purna tugas.

SAMPIT – Sebanyak 88 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan (Kotim) mengikuti kegiatan Sosialisasi Ketaspenan dan Pelatihan Kewirausahaan bagi PNS yang akan memasuki masa purna tugas tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Staf Ahli Bupati Kotim, Muslih, Selasa 10 Februari 2026.

Muslih menekankan bahwa sosialisasi dan pelatihan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah agar para ASN memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki masa pensiun.

“Tujuan kegiatan ini adalah agar PNS yang akan purna tugas mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai hak-hak yang akan diperoleh setelah pensiun. Selain itu, kegiatan ini juga membekali calon pensiunan dengan keterampilan praktis serta kepercayaan diri untuk berwirausaha,” ujar Muslih.

Ia menjelaskan, berdasarkan data , sekitar tujuh dari sepuluh pensiunan di Indonesia masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh minimnya persiapan dana pensiun, sehingga diperlukan alternatif kegiatan produktif setelah tidak lagi aktif sebagai ASN.

Pelatihan kewirausahaan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi bagi para ASN yang akan purna tugas. 

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, para peserta diharapkan tetap produktif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi di masa pensiun.

Muslih juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti sosialisasi dan pelatihan dengan sungguh-sungguh serta berpartisipasi aktif, sehingga materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat diserap dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

Pemkab Kotim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Taspen Persero Cabang serta Bank Mandiri Taspen Sampit yang terus bersinergi dan berkolaborasi dengan BKPSDM Kabupaten Timur dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan motivasi agar ASN tetap berkarya dan sejahtera di masa purna tugas,” tambahnya.

baca juga ...  Euforia Piala Dunia 2026 Mulai Terasa di Sampit, Penjualan Aksesoris Meningkat

Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makkalepu, mengatakan dalam materi ketaspenan, menjelaskan bagaimana hak-hak kepegawaian setelah purna tugas. Nantinya ASN tidak lagi menjadi sasaran layanan BKPSDM, tetapi akan berhubungan dengan PT Taspen. 

“Karena itu kami hadirkan langsung pihak Taspen untuk memberikan pencerahan terkait hal-hal setelah purna tugas,” ujar Kamaruddin.

Pada pembekalan kewirausahaan, para peserta yang pensiun sekitar Bulan April ini dibekali pengetahuan budidaya jamur tiram dan ikan patin yang disampaikan langsung oleh praktisinya.

“Pembekalan ini kami siapkan sebagai alternatif usaha setelah purna tugas. Faktanya masih banyak PNS yang tetap harus bekerja untuk menghidupi keluarga setelah pensiun,” katanya.

Menurut Kamaruddin, budidaya ikan patin dipilih karena sebagai salah satu peluang usaha yang paling memungkinkan untuk dikembangkan di Kotim. 

Selain kebutuhan pasar yang masih terbuka luas, ketersediaan tempat dan kondisi wilayah juga sangat mendukung.

“Kami melihat budidaya ikan patin ini peluangnya bagus di Kotim. Kebutuhan pasar ada, tempatnya memungkinkan, dan ilmunya bisa langsung dipraktikkan karena kami menghadirkan praktisinya,” jelasnya.

Ia berharap pembekalan kewirausahaan tersebut dapat menjadi inspirasi dan membuka wawasan ASN yang akan memasuki masa purna tugas, sehingga memiliki alternatif usaha dan sumber penghasilan setelah pensiun.

Kamaruddin menambahkan, pada tahun 2026 tercatat sekitar 220 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim akan memasuki masa purna tugas. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!