Penjualan Pernak-Pernik Imlek di Sampit Alami Penurunan

NARDI/BERITASAMPIT - Penjual pernak pernik Imlek di Jalan DI Panjaitan Sampit.

SAMPIT – Perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari mulai terasa bagi pelaku usaha pernak-pernik Imlek di Sampit. Agustiana, pemilik Toko Maju Jaya di Jalan DI Panjaitan Sampit, Kabupaten Timur (Kotim) mengungkapkan perlengkapan Imlek sudah mulai diburu masyarakat. Namun Agustiana menuturkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, aktivitas pembelian cenderung menurun. 

Biasanya mulai meningkat sejak pertengahan bulan kalender Tionghoa atau sekitar 15 hari menjelang Imlek. Namun, kondisi tersebut tidak terlihat signifikan pada tahun ini.

“Biasanya sekitar awal Februari itu sudah mulai ramai. Tapi sekarang ini lebih sepi kalau dibandingkan tahun lalu,” ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menduga lesunya penjualan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi serta adanya anjuran pemerintah agar perayaan tidak dilakukan secara berlebihan, menyusul bencana yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatra dan Aceh. Situasi itu membuatnya menyesuaikan jumlah stok barang yang didatangkan.

Meski demikian, tradisi menyambut Imlek tetap dijalankan masyarakat Tionghoa di Kotim. Memasuki sepekan menjelang Imlek, warga biasanya mulai melakukan bersih-bersih rumah, termasuk membersihkan altar, sekaligus mengganti dan memasang pernak-pernik Imlek.

Di tokonya, barang yang dijual merupakan kombinasi stok lama dan barang baru. Termasuk di antaranya pajangan bertema shio tahun ini, yakni kuda api yang diburu warga Tionghoa.

Untuk jenis pernak-pernik, barang yang paling banyak dicari antara lain amplop angpao, gantungan hias, lampion serta tempelan Imlek. Harga angpao dibanderol mulai dari Rp3 ribu hingga Rp15 ribu, sementara lampion dengan kualitas baik dijual hingga Rp300 ribu. Secara umum, rentang harga pernak-pernik di Toko Maju Jaya berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp300 ribu.

“Biasanya pembeli datang dari kantor-kantor dan hotel untuk menghias tempat kerja mereka. Pembeli perorangan juga ada, jadi relatif seimbang,” tambahnya.

baca juga ...  Khutbah Idul Adha Sindir Halus Kaum Mampu yang Enggan Berkurban

Agustiana juga menyebutkan, penurunan penjualan tidak hanya dirasakan di Sampit, tetapi juga dialami pelaku usaha pernak-pernik Imlek di daerah lain, termasuk Jakarta. Meski demikian, ia tetap berharap momen Imlek membawa hal positif.

“Harapan saya di Imlek ini semoga diberikan karena itu tetap yang utama dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!