SAMPIT – Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar Konferensi Daerah (Konferda) I pada Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten untuk konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan Dewan Pimpinan Kabupaten Gerdayak Kotim masa bakti 2026–2031.
Konferda I tersebut dihadiri jajaran pengurus Gerdayak, perwakilan organisasi kepemudaan, serta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Provinsi Gerdayak Kalimantan Tengah Yansen A Binti menegaskan bahwa Konferda merupakan amanat organisasi yang harus dijalankan secara berkala sebagai bagian dari proses demokrasi internal.
Menurut Yansen, Konferda bukan hanya agenda pemilihan pengurus, tetapi juga wadah strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Ia mendorong seluruh peserta aktif menyampaikan pandangan dan gagasan konstruktif agar program yang dihasilkan realistis, sederhana, serta dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kotim.
“Peran Gerdayak sangat penting bagi kemajuan daerah. Pemuda Dayak diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan, baik di bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu Assisten I Setda Kotim Waren menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran Gerdayak atas terselenggaranya Konferda I. Ia menilai forum ini sebagai ruang musyawarah yang penting untuk melahirkan gagasan-gagasan segar demi kemajuan daerah.
Waren menekankan pentingnya kepemimpinan organisasi yang kuat, amanah, dan mampu bekerja secara kolektif. Ia berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya dapat menyusun program yang menyentuh kebutuhan kepemudaan, menjaga harmoni sosial, serta sejalan dengan agenda pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim, kami menyatakan siap mendukung kegiatan positif organisasi kepemudaan, termasuk Gerdayak, selama sejalan dengan nilai persatuan, ketertiban, dan kemajuan daerah,” katanya.
Ia juga menyoroti potensi besar pemuda Dayak sebagai penjaga nilai adat dan kearifan lokal sekaligus motor penggerak pembangunan di era digital. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan lokal dituntut adaptif, memiliki daya saing, dan mampu memberdayakan sumber daya pemuda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Konferda I Gerdayak Kotim diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang solid serta program kerja yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat, seluruh peserta diminta mengutamakan kepentingan organisasi dan daerah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. (Nardi)












