Festival Habaring Hurung: 15 PKK Kecamatan Ikuti Lomba Masak Panginan Sukup Simpan

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Tim Penggerak PKK Kotim Khairiah Halikinnor bersama Staf Ahli Bupati Kotim Wim RK Benung melihat masakan khas daerah.

SAMPIT – Festival Budaya Habaring Hurung Tahun 2026 resmi dibuka dengan digelarnya Lomba Masak Khas Daerah Panginan Sukup Simpan di Citimall Sampit, Kamis 12 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Timur (Kotim), Wim RK Benung.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kotim, Khairiah Halikinnor, jajaran OPD, pengurus PKK kabupaten dan kecamatan, serta masyarakat yang memadati area kegiatan. Lomba masak ini menjadi salah satu rangkaian utama Festival Budaya Habaring Hurung yang bertujuan melestarikan kuliner tradisional daerah suku Dayak.

Ketua Tim Penggerak PKK Kotim menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba ini berlandaskan surat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim serta surat keputusan pembentukan panitia kegiatan. 

Lomba Panginan Sukup Simpan dilaksanakan sebagai upaya menggali potensi dan kreativitas peserta sekaligus mempromosikan masakan tradisional khas Kotim agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Tadi kami berkeliling melihat sekaligus mencicipi, semua masakan yang ditampilkan enak dan bagus. Dalam lomba tentu ada yang menang dan kalah, tetapi yang paling membanggakan adalah kekompakan seluruh panitia dan peserta dari PKK,” ujar Khairiah.

Ia menjelaskan, peserta lomba berasal dari Tim Penggerak PKK 15 kecamatan dari total 17 kecamatan di Kotim. Dua kecamatan tidak mengikuti lomba tahun ini, yakni Kecamatan Mentawa Baru Ketapang karena sudah menjadi juara I tingkat provinsi pada 2025 serta Kecamatan Telaga Antang.

Sementara itu staf Ahli Bupati Kotim Wim RK Benung menegaskan bahwa Panginan Sukup Simpan bukan sekadar lomba memasak, melainkan warisan leluhur masyarakat Dayak yang sarat makna filosofi tentang rasa syukur, kebersamaan, dan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam menjaga agar adat dan budaya, khususnya kuliner tradisional, tidak tergerus oleh zaman. Kami berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai budaya lokal Kotim,” kata Wim.

baca juga ...  Pemkab Kotim Siapkan Posko Mudik dan Cek Kesehatan Sopir Jelang Idulfitri

Ia juga menyampaikan harapan agar Kotim kembali meraih prestasi pada ajang festival tingkat provinsi, sebagaimana capaian tahun sebelumnya. 

Menurutnya, dengan sentuhan akhir dan penyempurnaan penyajian, Panginan Sukup Simpan memiliki potensi besar untuk kembali mengharumkan nama daerah.

“Pertahankan cita rasa, kebersihan, dan penyajian. Inilah kunci agar kuliner tradisional kita mampu bersaing dan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!