SAMPIT – Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar anjangsana ke sejumlah wartawan senior dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Jumat 13 Februari 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPN 2026 sekaligus bentuk penghormatan kepada para senior yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan pers di Kotim.
Kunjungan itu tidak hanya sekadar silaturahmi biasa saja, tetapi menjadi ruang untuk kembali mengenang jejak panjang perjuangan jurnalistik di daerah bumi Habaring Hurung (gotong royong).
Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, usai kegiatan mengatakan bahwa, momentum HPN harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan saja. Karena melalui peringatan itu akan menjadi saat yang tepat untuk kembali meneguhkan nilai-nilai dasar profesi wartawan.
“HPN ini sejatinya tidak sebatas perayaan seremonial saja, tetapi juga untuk mengenang dan menghargai perjuangan para senior kita sebelumnya. Mereka adalah bagian dari sejarah pers di Kotim, dan banyak nilai yang bisa kami teladani,” ujar Siti Fauziah.

Dalam kunjungan ini, jajaran pengurus PWI Kotim menyerahkan bingkisan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi atas dedikasi para wartawan senior.
Suasana pertemuan berlangsung akrab, canda ringan sesekali pecah, namun tak sedikit pula momen hening ketika perbincangan menyentuh masa-masa perjuangan dan dinamika pers di masa lalu.
Peremuan yang akrab disapa Siti ini menegaskan, di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, wartawan dituntut untuk semakin profesional serta tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.
“Semangat, integritas, dan idealisme yang diwariskan para senior harus terus kita jaga. Kami berharap diperkuat dengan momentum HPN ini, pers semakin kuat sesuai jati dirinya bertindak sebagai penyampai kebenaran dan kontrol sosial,” tegasnya.
Suasana haru semakin terasa saat rombongan PWI menyerahkan bingkisan secara simbolis. Tatapan para senior menyiratkan kebanggaan dan rasa dihargai oleh generasi penerus.
Salah satu wartawan senior, Joni Abdi, tak mampu menyembunyikan keharuannya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terimakasih atas perhatian rekan-rekan PWI Kotim atas hal ini,” ujar Joni Abdi.
Ungkapan serupa juga disampaikan wartawan senior lainnya yang terakhir kali pernah mengeluti dunia jurnalistik lewat media cetak tabengan yakni Arbit Safari. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut dan berharap organisasi wartawan di Kotim akan semakin solid ke depan.
“Terima kasih kunjungannya Ketua PWI Kotim dan jajaran pengurus, semoga PWI Kotim semakin jaya,” ucap Arbit Safari.(bs)












