PALANGKA RAYA – Maraknya aksi balap liar selama bulan Ramadan mendapat perhatian serius dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palangka Raya, KH. Zainal Arifin. Serta berharap Pemerintah daerah bersama aparat terkait segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas tersebut.
“Suara knalpot yang bising serta aksi berkendara secara ugal-ugalan tidak hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga mengganggu kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah Ramadan, terutama saat salat Tarawih dan menjelang Subuh,” ucapnya, Minggu 22 Februari 2026.
Masih ada balap liar di jalan-jalan yang mengganggu masyarakat, termasuk saat Tarawih dan menjelang Subuh karena suara kendaraan yang sangat nyaring.
“Situasi tersebut bahkan sempat membahayakan dirinya ketika hendak melaksanakan kegiatan kuliah Subuh. KH. Zainal mengaku hampir tertabrak oleh kendaraan yang melaju kencang di jalan raya,” tambahnya.
Tadi Subuh hampir tertabrak. Padahal hendak menghadiri kegiatan kuliah Subuh. Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga ketenangan lingkungan.
“Karena itu, menilai perlu ada penanganan serius agar aksi balap liar tidak terus berulang. Selain itu juga berharap aparat tidak hanya melakukan penertiban, tetapi turut memberikan pembinaan kepada para pelaku yang sebagian besar diduga masih berusia remaja,”lanjutnya.
Selain itu juga mengimbau kepada pemerintah, khususnya Satpol PP dan aparat terkait, agar balap liar ini dihentikan. Anak-anak yang terlibat juga perlu diberikan pembinaan dan nasihat, karena perbuatan tersebut mengganggu masyarakat yang sedang beribadah.
“Dalam hal ini berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman, nyaman, dan khusyuk tanpa gangguan aktivitas yang membahayakan keselamatan bersama,” ungkapnya. (yud)












