Penulis: Maman Wiharja (Wartawan Senior di Kalteng)
Hampir 60 persen Cabang Olah Raga (Cabor), telah di turnamenkan baik melalui Bupati Cup, saat jelang acara HUT RI ke 80, maupun jelang Hari Jadi Kabupaten Kobar ke-66. Kegiatan itu semuanya di selenggarakan oleh Bupati Hj. Nurhiyadah atas nama Pemkab Kobar.
Pengamatan penulis, Bupati Kobar dengan penuh semangat menggelar berbagai lomba (Bupati Cup 2025), karena memiliki motivasi besar untuk meningkatkan prestasi sekitar 31 Cabor yang siap akan di lombakan diperhelatan Pesta Akbar Porprov Kalteng yang direncanakan akan digelar Agustus 2026 dan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sebagai tuan rumah.
Tujuan dengan mengadakan berbagai turnamen tersebut tentunya Bupati Hj. Nurhidayah ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas atlet-atlet muda dari pelosok desa di Kotawaringin Barat.
Dengan mengadakan turnamen, Bupati Kobar ingin meningkatkan prestasi olahraga di daerah dan mempersiapkan atlet-atlet muda untuk berkompetisi di tingkat provinsi, sehingga diharapkan Kabupaten Kobar sebagai Tuan Rumah menjadi Juara Umum.
Melalui berbagai turnamen juga dapat membantu membangun semangat olahraga di masyarakat, meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga, dan juga mempromosikan gaya hidup sehat. Dan dapat menemukan bakat-bakat muda yang berpotensi menjadi atlet profesional di masa depan.
Penulis juga menghimbau kepada para pemuda, khususnya KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Kobar, melalui cabang-cabang KNPI di 6 Kecamatan Kabupaten Kobar untuk bergerak ikut menumbuh kembangkan berbagai turnamen dari 31 Cabor, baik antar pelajar maupun antar pemuda Karang Taruna Desa.
Jangan sampai kemeriahaan turnamen olah raga, hanya sekejap, atau hanya disaat puncak HUT RI atau HUT Kobar, tetapi harus terus semangat hingga Porvop 2026 Kalteng, atau karena penyelenggaranya Bupati jadi meriah tapi setelah itu melempem alias sepi, Padahal sebelumnya disaat peresmian dan penutupan Bupati Cup dan berbagai turnaemn Cabor, Bupati Hj. Nurhidayah, sering menghimbau bahwa Bupati Cup harus diteruskan dengan berbagai turnamen Cabor lainnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara atlet desa dengan atlet dari luar daerah. Kolaborasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kemampuan atlet lokal melalui proses belajar langsung dari atlet yang lebih berpengalaman, sekaligus mempercepat pengembangan prestasi olahraga voli di tingkat daerah.
Berbagai turnamen sejumlah Cabor, seperti Sepak Bola, Fut Sal, Bola Voly, dan lain sebagainya bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana penjaringan atlet potensial, yang para juaranya dipersiapkan dipersiapkan untuk mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Porprov Kalteng 2026.
Hayo, dari sekarang kita galakan terus berbagai turnamen semua Cabor, mulai tingkat RT, RW, Kelurahan, Desa, Kecamatan, dan para Pelajar Tingkat SLTA sederajat yang akan dilombakan jelang Porprov Kalteng 2026.
Penulis hanya bisa mengatakan, dengan meningkatkan berbagai turnamen olah raga adalah sebagai latihan, maka kalau turnamen terus digalakan diharapkan para atlit Kobar semakin kuat dan siap berlaga untuk menjadi juara di Porprov Kalteng 2026, SEMOGA.(*)












