PALANGKA RAYA – Pengamat kebijakan publik sekaligus dosen FISIP Universitas Palangka Raya, Suprayitno menilai memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, dari sisi kolaborasi pemerintahan sudah cukup baik.
“Hubungan antara gubernur dan wakil gubernur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemerintahan terlihat seimbang dan harmonis. Selain itu, kerja sama gubernur dengan lintas sektor, baik vertikal maupun horizontal, juga dinilai berjalan baik,” ucapnya, Senin 23 Februari 2026.
Terkait implementasi program Kartu Huma Betang, janji tersebut saat ini sudah mulai ditepati dan telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Ia menilai langkah tersebut patut diapresiasi.
“Kartu Huma Betang juga memiliki beberapa pembaruan, sehingga harapannya implementasinya ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.
Mengenai ketepatan sasaran perlu program, yakni data penerima Kartu Huma Betang bersumber dari satu data, yakni Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dimutakhirkan setiap triwulan berdasarkan data Kementerian Sosial RI. Di Kalimantan Tengah, data tersebut diturunkan melalui Dinas Sosial.
“Artinya harusnya sudah sesuai dengan kondisi dari penerima manfaat tersebut, harapannya begitu,” lanjutnya.
Dengan berbagai program positif yang ada dalam Kartu Huma Betang, seharusnya program tersebut berdampak positif dan membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan agar semakin sehat dan sejahtera. Namun demikian, perlunya kerja sama semua pihak agar penyaluran program semakin optimal.
“Perlunya kerja sama semua pihak yang baik, karena dengan kerja sama yang baik maka kekurangan-kekurangan akan dapat diantisipasi sebaik mungkin tentunya. Evaluasi terkait implementasi ini juga harus terus dilakukan agar masyarakat yang belum menerima dapat segera menerimanya,” ungkapnya. (yud)












