PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, tanpa komunikasi dan kebersamaan antar-elemen masyarakat, upaya membangun Kalimantan Tengah akan sulit berjalan optimal.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama dalam rangka Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin, 23 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar menekankan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antar-pemangku kepentingan, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun seluruh lapisan masyarakat.
“Kami selalu mengatakan acara silaturahmi ini sangat penting sekali. Semakin banyak ketemu, semakin baik buat kita,” ujar Agustiar.
Ia menjelaskan, melalui silaturahmi berbagai persoalan yang dihadapi daerah dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi secara kolektif. Selain itu, pertemuan antar-elemen masyarakat juga dapat melahirkan ide dan gagasan baru yang konstruktif bagi pembangunan daerah.
“Mulanya ada permasalahan apa pun namanya, kalau kita ketemu dan silaturahmi tentunya pasti ada solusinya. Selain itu juga ada ide gagasan baru. Jadi mudah kita membangun Kalimantan Tengah,” lanjutnya.
Agustiar juga mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat rasa kebersamaan, sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjadi nilai luhur masyarakat Kalimantan Tengah.
“Kalau kita silaturahmi kita kuat, kebersamaan kita kuat, kita semua hidup membaur dalam betang, rukun, guyub,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan Kalimantan Tengah membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, ia optimistis berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.
“Dalam membangun Kalimantan Tengah itu perlu kerja sama, perlu berkolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tandasnya.
(Sya'ban)












