Dua Bulan Naik Penyidikan, Kejari Kotim Kebut Ratusan Saksi dan Turun Langsung ke Lapangan

UTOMO/BERITA SAMPIT - Suasana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Timur (Kotim).

SAMPIT – Aktivitas di Kejaksaan Negeri , Kamis 26 Februari 2026, tampak lebih sibuk dari biasanya. Puluhan orang silih berganti memasuki ruang pemeriksaan. Mereka dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi dana hibah untuk organisasi keagamaan dan lembaga kemasyarakatan yang telah dua bulan berstatus penyidikan.

Sejak pagi, para saksi berdatangan membawa surat panggilan. Salah satunya mengaku merupakan dewan penasihat sebuah gereja di (Kotim).

“Kami dari gereja, dewan penasihat,” jawabnya sembari menunjukan surat panggilan.

Sementara itu sumber internal kejaksaan menyebutkan saat ini mereka tengah mengebut pemeriksaan para saksi mengingat ada ratusan saksi yang harus mereka mintai keterangan.

“Dari keterangan saksi juga kami melakukan pengecekan di lapangan sesuai atau tidak dengan yang mereka sampaikan,” ucapnya.

Dari data yang berhasil dihimpun Berita Sampit dalam kasus dugaan korupsi hibah organisasi keagamaan dan lembaga kemasyarakatan ini sudah ratusan saksi yang diperiksa oleh Kejari Kotim sejak 2025 hingga 2026.

Meski demikian, hingga saat ini setelah dua bulan kasus itu naik dalam tahap penyidikan, penyidik masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Diberitakan sebelumnya dari ratusan saksi yang diperiksa oleh penyidik Kejari Kotim terungkap banyak penerima dana hibah berasal dari kalangan pejabat yang tercatat sebagai pengurus berbagai organisasi kemasyarakatan, yayasan, hingga lembaga keagamaan.

Mereka ikut menerima dana hibah dengan nominal yang beragam, ada yang hanya puluhan juta, ratusan juta, bahkan mencapai miliaran rupiah. Bahkan dalam kasus ini sejumlah pejabat di Kotim juga turut diperiksa.

(Utomo)

baca juga ...  Kejati Kalteng Dalami Dugaan Korupsi Alat Berat Rp20 Miliar, DPRD Kotim Turut Dipanggil
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!