PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mendorong pemerintah kota untuk memperkuat sekaligus memperluas program bank sampah sebagai salah satu solusi penanganan sampah di daerah tersebut.
“Program bank sampah terbukti mampu membantu mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya, Kamis 5 Maret 2026.
Bank sampah sudah terbukti mampu menekan jumlah sampah rumah tangga dan memberikan nilai ekonomi bagi warga. Karena itu program ini perlu terus diperkuat dan diperluas.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada petugas kebersihan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting, terutama melalui pengelolaan sampah berbasis lingkungan seperti bank sampah,” tambahnya.
Sejumlah bank sampah yang telah berjalan di beberapa wilayah di Kota Palangka Raya, menunjukkan hasil positif dalam mengurangi timbunan sampah domestik.
“Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”tuturnya.
Melalui sistem bank sampah, masyarakat dapat memilah sampah dari rumah, seperti plastik, kertas, kaleng, hingga botol kaca. Sampah tersebut kemudian ditimbang dan dicatat layaknya tabungan.
“Hasil penjualan sampah itu nantinya dapat dicairkan dalam bentuk uang atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga,” urainya.
Dalam hal ini menilai, sistem tersebut mampu mendorong masyarakat agar lebih disiplin dalam memilah sampah sejak dari rumah.
“Jika masyarakat sudah merasakan manfaatnya, mereka tentu akan lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu juga meminta pemerintah kota melalui instansi terkait untuk memberikan dukungan maksimal terhadap keberlanjutan program bank sampah, mulai dari pembinaan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pendampingan dalam pengelolaan,” bebernya.
Selain itu, mengimbau masyarakat agar menggunakan jasa operator pengangkutan sampah resmi agar sistem pengelolaan sampah berjalan lebih tertib
“Dengan menggunakan operator resmi, pengangkutan sampah bisa lebih terjadwal dan tidak menimbulkan pembuangan liar yang dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” ungkapnya. (yud)












