Rekan Penumpang Korban Tiket Palsu Beri Klarifikasi, Akui Tiket Dibeli Melalui Calo

NARDI/BERITASAMPIT - Aktivitas penumpang saat hendak check in Keberangkatan kapal Sampit ke Surabaya.

SAMPIT – Kasus tiket palsu yang menimpa sejumlah penumpang kapal rute Sampit menuju Surabaya turut mendapat klarifikasi dari rekan para korban yang dimintai bantuan untuk membelikan tiket. Rekan tersebut diketahui bernama Guntur yang saat itu juga berada di kawasan Pelabuhan Sampit, Rabu 11 Maret 2026.

Guntur menjelaskan bahwa para penumpang yang menjadi korban sebenarnya merupakan tetangganya yang tinggal di . Mereka meminta bantuannya untuk mencarikan tiket kapal karena dirinya berada di Sampit, tepatnya di sekitar kawasan pelabuhan.

“Jadi tetangga saya itu minta tolong untuk belikan tiket. Karena saya ada di Sampit, mereka minta bantuan saya untuk mencarikannya,” kata Guntur.

Ia mengaku hanya membantu mengarahkan pembelian tiket. Namun karena banyaknya calo yang beroperasi di sekitar pelabuhan, ia akhirnya mendapatkan tiket melalui salah satu perantara calo yang diketahui berinisial F.

“Di kawasan pelabuhan ini memang banyak calo. Saya kira mereka itu beli lewat DLU resmi, ternyata tidak, malah ada permasalahan,” ujarnya.

Guntur juga menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah menjanjikan ketersediaan tiket kepada para penumpang. Ia hanya berusaha membantu mencarikan karena para penumpang sendiri yang meminta bantuan.

“Saya memang tidak menjanjikan tiket itu pasti ada. Karena mereka yang minta tolong, jadi saya bantu carikan. Kebetulan di pelabuhan banyak calo yang menawarkan,” jelasnya.

Menurutnya, setelah diketahui adanya masalah tiket, ia langsung membantu korban dan calo inisial F sudah dihubungi berkali-kali, ia mengembalikan semua uang kepada para penumpang. Ia pun turut membantu menyelesaikan persoalan tersebut agar para penumpang tetap bisa berangkat.

Dari total sepuluh penumpang yang meminta bantuan, tujuh orang berhasil diurus keberangkatannya pada hari yang sama setelah membeli tiket kembali. Sementara tiga penumpang lainnya tidak sempat berangkat karena waktu sudah terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan kapal.

“Tujuh penumpang sudah saya uruskan supaya bisa berangkat hari itu juga. Yang tiga tidak sempat karena waktunya sudah mepet dengan jadwal kapal,” katanya.

Ia juga menyebutkan sebenarnya para penumpang sudah diminta berkumpul terlebih dahulu agar proses check-in bisa dilakukan bersama. Namun sebagian dari mereka justru datang lebih dulu dan mencoba melakukan check-in sendiri.

“Harusnya mereka kumpul dulu di saya supaya kita cek-in sama-sama. Tapi mereka malah cek-in duluan. Bahkan ada barang mereka yang sudah dimasukkan ke kapal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Manajer DLU Cabang Sampit Kacung Muhadi mengingatkan calon penumpang agar membeli tiket melalui jalur resmi seperti kantor cabang, agen resmi, aplikasi maupun website perusahaan.

Hal itu disampaikan menyusul adanya kasus 10 penumpang yang menjadi korban tiket palsu pada keberangkatan kapal rute Sampit–Surabaya. Dari jumlah tersebut, tujuh penumpang akhirnya membeli tiket resmi dan tetap berangkat, sementara tiga orang lainnya tertinggal kapal karena waktu sudah mepet dan berencana mencari tiket rute lain menuju Semarang. (Nardi)

baca juga ...  HNR Cup I 2025: Cempaga All Star FC Hujani Garuda Borneo FC dengan 6 Gol Tanpa Balas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!