Organda Kotim Pastikan BBM Bus Aman, Arus Mudik Dikawal Hingga Malam Lebaran

IST/BERITASAMPIT - Pengurus Organda Kotim turun lapangan memastikan angkutan umum bus mendapatkan kouta biosolar untuk arus mudik.

SAMPIT – Ketua Organda Timur (Kotim), Suhendra memastikan kesiapan angkutan umum menjelang Lebaran, termasuk kelancaran arus mudik dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi armada bus.

Menurut Suhendra, Organda tetap aktif melakukan pengaturan di lapangan setiap hari, terutama di kawasan Terminal kilometer 2 Sudirman, guna memastikan arus angkutan penumpang dan barang berjalan lancar hingga malam Lebaran.

“Setiap hari kami aktif, menjelang kebaran, pengaturan arus penumpang dan barang kami lakukan sampai malam Lebaran,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pengaturan difokuskan pada kelancaran pergerakan kendaraan, khususnya di area SPBU agar distribusi BBM tidak menghambat operasional armada.

“Di lapangan kami mengatur keluar masuk kendaraan, terutama yang mengambil Bio Solar, termasuk arus bus agar tidak terjadi hambatan,” jelasnya.

Suhendra menegaskan, seluruh armada bus tetap mendapatkan suplai BBM karena adanya alokasi khusus bagi anggota Organda.“Sudah dipastikan anggota tetap mendapat suplai BBM karena ada kuota Organda di SPBU. Jadi aman,” tegasnya.

Dari sisi operasional, pergerakan bus saat ini berkisar 29 hingga 30 unit per hari. Setiap unit rata-rata mengonsumsi sekitar 180 liter BBM. “Kalau dihitung, tinggal dikalikan saja kebutuhan per unitnya,” ungkapnya.

Namun demikian, menjelang Lebaran, distribusi BBM diprioritaskan untuk angkutan penumpang dibandingkan angkutan lainnya.

“Kalau hari besar, angkutan orang yang diprioritaskan. Angkutan pedesaan atau pupuk bisa terdampak karena keterbatasan BBM,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan kondisi armada bus untuk melayani masyarakat saat mudik masih dalam kondisi aman.

“Untuk bus, sementara ini aman,” pungkasnya.(BS-1)

baca juga ...  Hormati Dedikasi, PWI Kotim Kunjungi Wartawan Senior di Hari Pers Nasional
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!