PALANGKA RAYA – Sebanyak 37.754 paket bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), untuk periode Februari-Maret 2026. Setiap paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Penyaluran bantuan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di kawasan PPM, Sampit, Senin, 15 Maret 2026.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat.
“Kegiatan ini kita gelar sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, rangkaian program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memprioritaskan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi.
Selain bantuan pangan presiden, pemerintah juga melaksanakan berbagai program lain, seperti Gerakan Pangan Murah, penyaluran Bantuan Langsung Tunai melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.
“Melalui kegiatan ini kami hadir untuk menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, termasuk pasar murah, bantuan pangan, hingga bantuan tunai melalui KHBS,” katanya.
Gerakan Pangan Murah digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan ini juga disediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui deteksi dini.
Pada kesempatan yang sama, bantuan tunai melalui program KHBS turut disalurkan kepada masyarakat melalui Bank Kalteng.
Agustiar menjelaskan, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan menjadi sekitar Rp5,4 triliun dari sebelumnya Rp10,2 triliun pada 2025 akibat kebijakan efisiensi, pemerintah daerah tetap memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Terutama melalui Kartu Huma Betang Sejahtera untuk memastikan masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang kurang mampu dan berada di wilayah pedalaman, tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan pasar murah, pemerintah menyediakan 2.000 paket sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Setiap paket senilai sekitar Rp147.500, namun disubsidi Rp137.500 oleh pemerintah provinsi, sehingga masyarakat cukup menebusnya seharga Rp10 ribu per paket.
Selain itu, Gerakan Pangan Murah juga menyediakan berbagai komoditas, antara lain 15 ton beras premium, 500 kilogram bawang merah, 500 kilogram bawang putih, 1.200 kilogram gula pasir, 1.200 liter minyak goreng, serta 600 rak telur ayam, cabai, dan ikan segar.
Sementara itu, jumlah penerima program KHBS di Kotim tercatat sebanyak 28.492 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan dalam program tersebut mencakup bantuan pangan enam kali dalam setahun serta bantuan keuangan dua hingga tiga kali dalam setahun.
Program Kartu Huma Betang Sejahtera akan disalurkan secara berkala kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan meskipun memenuhi syarat.
“Bagi yang belum menerima Kartu Huma Betang Sejahtera selama berhak menerima, kita membuka kanal pengaduan,” tandasnya.
(Sya'ban)












