PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen pada tahun 2027, disertai penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,79 persen.
Target tersebut disampaikan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Gubernur, target tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk tahun 2027, kita menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,79 persen,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 4,5 persen, rasio gini 0,281, serta indeks modal manusia mencapai 0,565.
Gubernur menjelaskan, pencapaian target tersebut akan didorong melalui arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada peningkatan aktivitas ekonomi daerah dan kualitas tata kelola pemerintahan.
Tema pembangunan Kalteng tahun 2027 sendiri mengusung “Peningkatan Skala Aktivitas Ekonomi Daerah dan Kualitas Tata Kelola Pemerintah” dengan tiga fokus utama, yakni produktivitas, investasi, dan industri.
Pada sektor produktivitas, Pemprov Kalteng akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui berbagai program strategis.
Sementara itu, pada sektor investasi, pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur, kemudahan perizinan, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor pariwisata dan pertambangan rakyat sesuai tata ruang.
Adapun pada sektor industri, pemerintah menitikberatkan pada hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, udang, dan kakao guna meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Gubernur menegaskan, keberhasilan pencapaian target tersebut sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran,” tegasnya.
Ia juga optimistis, dengan perencanaan yang matang serta dukungan semua pihak, target pembangunan yang telah ditetapkan dapat tercapai dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
(Sya'ban)












