Kerusakan Jembatan Kayu Jalan Walter Condrad Makan Korban, Warga Harapkan Perbaikan

IST/BERITASAMPIT - Jembatan kayu yang rusak dan membahayakan di Jalan Walter Condrad menuju Jalan Padat Karya Baamang Hulu, Sampit.

SAMPIT – Kondisi jembatan kayu di Jalan Walter Condrad yang menghubungkan Jalan Padat Karya di Baamang Hulu, Kabupaten Timur (Kotim), terus dikeluhkan warga. Kerusakan yang semakin parah bahkan disebutkan di media sosial telah menelan korban jiwa akibat kecelakaan.

Dari pantauan, permukaan jembatan kini bergelombang dan tidak rata. Hal ini diduga akibat rusaknya pondasi di bagian bawah, sehingga struktur jembatan mengalami penurunan dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari.

Rahma, salah satu warga, mengaku baru mengetahui bahwa kerusakan jembatan tersebut telah menyebabkan korban meninggal dunia.

“Hanyar tahu ku jembatan ne ada korban sudah meninggal, jar malam Minggu tadi kecelakaan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa jembatan tersebut sudah sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas, terlebih bagi warga yang tidak mengetahui kondisi kerusakannya.

“Kalau tidak ada mamang bercerita, jembatan ini seperti ‘sakaratul maut', sangat membahayakan. Kalau bukan masyarakat sini yang lewat, sangat rawan,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Annisa. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan yang menjadi akses penting penghubung Baamang Tengah dan Baamang Hulu itu yang melintasi sungai Baamang.

“Semoga ada perhatian pemerintah. Ini jembatan jalan padat karya Baamang Hulu yang tembus ke Jalan Desmon Ali Baamang Tengah. Karena sudah ada korban jiwa, kecelakaan malam Minggu tanggal 7 Maret 2026, sempat dirawat di rumah sakit dan meninggal tanggal 13 Maret 2026,” ungkapnya.

Warga lain, Ima, juga menyampaikan bahwa kejadian kecelakaan di jembatan tersebut sudah berulang kali terjadi.

“Ada juga sebelumnya, sudah sekitar sebulan lalu. Warga tetangga kami jatuh di situ sampai kepalanya harus dijahit di rumah sakit,” katanya.

Sementara itu, Heriyanto menambahkan bahwa jalur tersebut cukup ramai dilintasi karena menjadi akses penghubung dari Jalan Desmon Ali menuju Jalan Samekto hingga ke arah bandara.

baca juga ...  Tips Memilih Jas Hujan Yang Tepat Saat Naik Motor

“Sudah ada yang meninggal, belum lagi yang luka-luka. Banyak kejadian malam hari karena gelap,” ujarnya.

Ia bersama warga lainnya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan terhadap jembatan ulin yang kini mengalami amblas tersebut.

“Kami mohon tolong bapak bupati, jembatan ini bisa segera diperbaiki karena sudah rusak dan membahayakan,” pungkasnya.

Kondisi jembatan ini juga sudah lama mengalami kerusakan serius hingga nyaris runtuh. Namun hingga kini, warga menilai belum ada penanganan signifikan, sementara risiko kecelakaan terus meningkat. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!