PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menitikberatkan penguatan sektor industri melalui kebijakan hilirisasi komoditas unggulan daerah, seperti kelapa sawit, kakao, hingga perikanan.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing daerah.
Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalteng agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi.
“Kita ingin komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan hasil perikanan dapat diolah di dalam daerah, sehingga memberikan nilai tambah dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan sektor industri juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, serta menjaga keseimbangan lingkungan secara berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah sentra produksi.
Gubernur menegaskan, kebijakan hilirisasi tersebut sejalan dengan tema pembangunan Kalteng tahun 2027, yakni peningkatan aktivitas ekonomi daerah dan kualitas tata kelola pemerintahan.
Melalui langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat secara signifikan, sekaligus menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Dengan hilirisasi, kita tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak dan perencanaan yang matang, sektor industri di Kalimantan Tengah akan berkembang lebih pesat dan mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
(Sya'ban)












