PALANGKA RAYA – Kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam menuntaskan berbagai persoalan infrastruktur, mulai dari jalan, drainase hingga penerangan jalan umum (PJU).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengakui kondisi tersebut. Ia menyebut keterbatasan anggaran membuat perbaikan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat.
“Kalau itu kan sudah menjadi prioritas Wali Kota. Kita sudah melakukan identifikasi, ada tiga permasalahan utama yaitu jalan, drainase, dan PJU,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Jumat, 27 Maret 2026.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah kota tetap memprioritaskan sektor pelayanan dasar di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
“Walaupun saat ini kita efisiensi anggaran, tapi pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, jalan, drainase, dan PJU tetap menjadi prioritas kita,” katanya.
Menurut Zaini, perbaikan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, masyarakat diminta memahami kondisi tersebut.
“Tentunya masyarakat harus bersabar karena anggaran kita terbatas karena efisiensi,” tegasnya.
Ia memastikan, pemerintah kota tetap berkomitmen menuntaskan berbagai persoalan infrastruktur selama masa kepemimpinan saat ini, meskipun membutuhkan waktu.
“Insya Allah semua akan dituntaskan dalam lima tahun pemerintahan, tapi memang tidak bisa sekaligus,” pungkasnya.
Sejumlah warga sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan rusak, sistem drainase yang belum optimal, hingga minimnya penerangan jalan umum di beberapa titik di Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
(Sya'ban)












