PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meski tidak menerapkan skema Work from Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyebut hingga saat ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang diberikan oleh jajaran pemerintah kota.
“Dan sampai hari ini tidak ada keluhan-keluhan dari masyarakat, artinya semua pelayanan di Kota Palangka Raya bisa berjalan lebih baik,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, keputusan untuk tidak menerapkan WFA diambil guna memastikan pelayanan publik, terutama sektor-sektor vital seperti kesehatan, tetap berjalan maksimal dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.
“Kita menganggap bahwa banyak pelayanan publik harus dilayani langsung, seperti kesehatan, jadi kita tidak menerapkan WFA,” katanya.
Menurutnya, kehadiran langsung ASN di tempat kerja menjadi penting dalam mengantisipasi berbagai potensi situasi darurat, khususnya di fasilitas pelayanan publik.
“Karena kita ingin lebih mendekatkan kepada masyarakat, terutama pada situasi yang berpotensi terjadi di fasilitas kesehatan, jadi kita harus standby,” tegasnya.
Zaini menambahkan, meskipun terdapat kebijakan fleksibilitas kerja ASN yang diatur dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026, namun Pemko Palangka Raya memilih untuk tidak menerapkannya secara penuh.
“Di provinsi ada sebagian menerapkan WFA, tapi khusus Kota Palangka Raya kita mengambil kebijakan tidak ada WFA,” ungkapnya.
Ia memastikan, seluruh aktivitas pemerintahan akan kembali berjalan normal pasca libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, seiring dengan komitmen pemerintah kota dalam menjaga kualitas pelayanan publik tetap prima.
(Sya'ban)












