SAMPIT – Upaya peliputan kebakaran kapal di area doking milik PT Nusantara Docking Sejahtera di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur mendapat pembatasan dari pihak perusahaan.
Sejumlah wartawan tidak diperbolehkan masuk ke dalam areal perusahaan untuk mengambil gambar maupun melakukan peliputan langsung. Penjagaan ketat terlihat di pintu gerbang utama perusahaan.
“Tidak boleh masuk untuk meliput wartawan,” ujar seorang karyawan yang berjaga di depan pintu gerbang.
Dari pantauan di lapangan, sistem buka-tutup diberlakukan di pintu gerbang. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran serta petugas gabungan tampak keluar masuk area untuk melakukan penanganan kebakaran.
Selain itu, tim Polisi Air dan Udara (Airud) juga terlihat melakukan penyisiran melalui jalur sungai dengan menggunakan kapal kecil guna mencari kemungkinan adanya korban.
Terpantau warga menyaksikan kebakaran dari luar areal dan tidak dapat berbuat banyak, sebuah drone juga terlihat mengitari lokasi api.
Di sisi lain, muncul keluhan dari warga sekitar. Seorang warga berinisial MR, RT 2 di Kelurahan Tanah Mas, mengaku sebagian warga mulai enggan membantu pihak perusahaan.
Menurutnya, hal tersebut dipicu karena minimnya perhatian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
“Sebagian warga sudah malas membantu, karena perusahaan kurang perhatian ke warga,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian kebakaran bukan pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Sekitar tiga tahun lalu, insiden serupa pernah terjadi. Bahkan, belum genap satu bulan, sempat terjadi tumpahan minyak ke sungai di sekitar area perusahaan.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.15 WIB. Kebakaran diketahui bermula setelah terdengar ledakan besar sekitar pukul 17.30 WIB, Sabtu 28 Maret 2026.
Seorang sumber menyebutkan, kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp4,5 miliar. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(Jimmy)












