SAMPIT – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk kontainer dan truk pengangkut crude palm oil (CPO) terjadi di Jalan Tjilik Riwut, Desa Rubung Buyung, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin 30 Maret 2026. Insiden ini menyebabkan tumpahan minyak sawit dalam jumlah besar hingga membuat badan jalan berubah licin bak “arena seluncur”, memicu kemacetan panjang dan sejumlah pengendara terjatuh.
Peristiwa tersebut langsung melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama Palangka Raya-Sampit. Minyak CPO yang menggenangi aspal membuat kendaraan sulit melintas, terutama di lokasi yang berada di antara dua bukit curam.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, hingga dua jam setelah kejadian, petugas kepolisian maupun tim dari Dinas Perhubungan belum juga terlihat di lokasi.
“Jalannya sudah pasti licin karena dipenuhi minyak. Dan truk kontainer sudah pasti tidak bisa menanjak karena bannya licin,” ujarnya.
Ia menyebut, kecelakaan bermula ketika truk kontainer yang menuruni bukit dari arah Palangka Raya menuju Sampit tak sempat menghindari truk CPO yang sedang berupaya membatu truk lain yang terperosok .
“Belakang truk CPO mungkin masuk ke sisi jalan jadi tersangkut,” ungkapnya.
Ia menyebut akibat kejadian itu. Kemacetan terjadi karena jalan yang tertutup oleh kedua truk dan tumpahan minyak yang berasal dari tangki truk CPO. Kondisi tersebut diperparah karena lokasi kejadian tepat diapit oleh dua bukit yang tinghi sehingga membuat truk kontainer tak mampu untuk maju maupun mundur.
“Sekitar satu kilo lebih macetnya dan tidak bisa dipaksa,” ungkapnya.
Dirinya menyebut kejadian serupa tak hanya sekali, bukit yang tinggi menjadi salah satu penyebab kejadian. Ia berharap agar pihak terkait dapat menindak lanjuti hal ini.
“Harusnya bukit ini dipotong karena terlalu tinggi dan sudah sering kecelakaan disini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kotim saat dikonfirmasi terkait kejadian itu menyebut bahwa pihaknya telah menuju ke lokasi kejadian.
“Segera meluncur ke lokasi,” pungkasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian kerugian materil ditafsir mencapai puluhan juta akibat kejadian itu.
(Utomo)












