PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 melalui rapat supervisi yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Rabu 1 April 2026.
Rapat yang diprakarsai BPBD tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta bersama sejumlah perangkat daerah terkait, sebagai upaya menyatukan langkah dalam pencegahan karhutla sejak dini.
Sekretaris Daerah Pulang Pisau Tony Harisinta mengungkapkan bahwa berdasarkan paparan dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, potensi musim kemarau tahun 2026 diperkirakan cukup panjang sehingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Melihat kondisi tersebut, kita tidak ingin lengah. Antisipasi harus dilakukan sejak awal agar tidak terjadi kebakaran yang berdampak luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mulai mengaktifkan kembali peran organisasi perangkat daerah (OPD), relawan, serta memastikan kesiapan peralatan yang sebelumnya telah tersedia.
Menurutnya, langkah pencegahan menjadi prioritas utama, termasuk melalui patroli rutin, sosialisasi, hingga kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Terkait pendanaan, Tony menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan dengan efisiensi anggaran, sehingga pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) maupun pergeseran anggaran dari kegiatan yang dapat ditunda, termasuk melibatkan dukungan hingga tingkat desa. (denny)












