Ibadah Jumat Agung di GKE Eka Sinta Berlangsung Khidmat, Jemaat Diajak Perkuat Kasih

IST/BERITASAMPIT - Jemaat wanita GKE Eka Sinta Sampit membawakan pujian “Pikul Salib” dalam ibadah Jumat Agung, Jumat 3 April 2026.

SAMPIT – Perayaan Jumat Agung di Gereja Kristen Evangelis (GKE) Eka Sinta Sampit (Kotim) berlangsung dengan suasana tenang dan penuh penghayatan, Jumat 3 April 2026 pagi.

Sejak pukul 06.00 WIB, jemaat telah memadati gereja untuk mengikuti rangkaian ibadah yang menjadi bagian penting dalam peringatan wafatnya Yesus Kristus. Ibadah tersebut juga menjadi momentum bagi umat untuk merenungkan makna pengorbanan dalam rangkaian Paskah.

Tema “Kebangkitan Kristus Membawa Harapan” diangkat dalam ibadah tersebut, yang mengajak jemaat untuk kembali meneguhkan iman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Rangkaian ibadah dipimpin oleh Pendeta Marni dengan pembacaan firman Tuhan dari Lukas 23:13-32 yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus hingga penyaliban. Suasana semakin mendalam saat persembahan pujian “Pikul Salib” dibawakan oleh jemaat wanita.

Dalam penyampaiannya, Pendeta Marni menekankan bahwa pengorbanan Yesus menjadi pelajaran penting bagi umat agar tidak dikuasai oleh kebencian dan ego diri.

“Yesus yang tidak bersalah justru menanggung penderitaan. Itu mengajarkan kita untuk tetap hidup dalam kasih, bukan sebaliknya,” ujarnya di hadapan jemaat.

Ia juga menyoroti kondisi kehidupan saat ini yang dinilai menghadapi tantangan kemanusiaan karena berkurangnya rasa empati antar sesama.

“Kita sedang berada dalam situasi di mana kasih mulai memudar. Padahal kita semua diciptakan untuk saling menghargai dan menjaga,” katanya.

Pendeta Marni turut mengangkat kisah Simon dari Kirene yang membantu memikul salib Yesus sebagai bentuk teladan kepedulian.

“Kita dipanggil untuk ikut menanggung beban sesama, meskipun terkadang itu bukan hal yang mudah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa perjalanan iman tidak selalu berjalan mulus, melainkan kerap dihadapkan pada berbagai ujian kehidupan.

“Mengikut Tuhan tidak selalu dalam kondisi nyaman. Justru di saat sulit, iman kita sedang dibentuk,” tuturnya.

Di akhir ibadah, jemaat diimbau untuk terus menjaga hati dan pikiran agar tetap dekat dengan Tuhan serta memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. (Nardi)

baca juga ...  Polres Kotim Ringkus Pelaku Curanmor, Sepeda Motor PCX 160 Berhasil Diamankan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!