KUALA KAPUAS – Di antara puing-puing rumah yang hangus terbakar di RT 24 Kelurahan Pulau Kupang Bataguh, sosok Nini Jariah (78) berdiri terpaku, menyimpan duka yang tak lagi bisa diurai dengan air mata.
Rumah kayu yang selama puluhan tahun menjadi saksi perjalanan hidupnya kini hanya menyisakan arang dan kenangan. Dari tempat itu, ia membesarkan 12 anak, menyaksikan keluarga tumbuh, hingga kehilangan suami tercinta. Bagi Nini, rumah itu bukan sekadar bangunan, melainkan ruang penuh ikatan batin yang kini hilang dalam sekejap.
“Bukan hanya rumahnya yang habis, tapi juga seluruh kenangannya,” ucap Jimmy Sulaiman, cucunya, menggambarkan kesedihan yang dirasakan sang nenek. Sabtu 4 April 2026.
Musibah kebakaran tersebut tidak hanya merenggut tempat tinggal Nini Jariah, tetapi juga berdampak pada puluhan kepala keluarga lainnya yang kini harus memulai kembali dari nol.
Di tengah duka itu, kehadiran Bupati Kapuas H. Muhammad Wiyatno menjadi momen yang mengundang haru. Saat bertemu, Nini Jariah secara spontan memeluk sang bupati, seakan menumpahkan kesedihan yang selama ini tertahan.
Pemerintah Kabupaten Kapuas pun menyalurkan bantuan bagi para korban, berupa dana stimulan sebesar Rp30 juta untuk rumah rusak berat dan Rp10 juta untuk kerusakan ringan, disertai bantuan kebutuhan dasar seperti sembako dan perlengkapan rumah tangga.
Tak hanya pemerintah daerah, dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk kecamatan dan Tim Penggerak PKK yang turut memberikan bantuan serta menguatkan para korban agar tetap tegar menghadapi cobaan.
Di balik peristiwa itu, terselip harapan agar para korban dapat bangkit kembali. Duka yang mendalam memang tak mudah hilang, namun kepedulian yang hadir di tengah musibah menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi kehilangan. (denny)












