PALANGKA RAYA – Kabar duka datang dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Yustina Ismiati, istri mantan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Ujang Iskandar, meninggal dunia di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 8 April 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Yustina Ismiati mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 04.00 WIB di RS Karyadi Semarang.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh kakak ipar almarhumah, Sugiyanto. Ia menyebutkan, saat ini jenazah masih berada di rumah sakit dan menunggu proses pemulangan ke Pangkalan Bun.
“Saat ini jenazah almarhumah masih berada di RS Karyadi Semarang. Insyaallah akan diterbangkan ke Pangkalan Bun, menunggu informasi dari keluarga,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ia juga menyampaikan doa bagi almarhumah agar segala amal ibadahnya diterima dan diampuni segala kesalahannya.
“Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kesalahannya, serta husnul khatimah. Aamiin,” tambahnya.
Yustina Ismiati diketahui lahir di Salatiga pada 26 September 1970. Ia merupakan sosok yang aktif di dunia politik dan organisasi kemasyarakatan. Bersama Ujang Iskandar, ia dikaruniai empat orang anak.
Dalam perjalanan kariernya, Yustina pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah periode 2014-2019, serta Anggota DPD RI periode 2019-2024.
Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) periode 2005-2009, Ketua TP PKK Kobar 2005-2015, Ketua Perwosi 2005-2014, Ketua Persani 2010-2014, serta Ketua PMI Kobar 2005-2015.
Di bidang pendidikan, almarhumah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Salatiga, yakni di SD Kanisius Cungkup II (1977-1983), SMP Pangudi Luhur (1983-1986), dan SMA Theresiana (1986-1989).
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Antakusuma Pangkalan Bun (2006-2010) dan meraih gelar magister di Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang (2011-2013).
Atas pengabdiannya, Yustina Ismiati juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Pakarti Madya Tingkat Nasional pada 2007 dan 2008, serta Manggala Karya Kencana pada 2008.
Kepergian Yustina Ismiati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat Kalimantan Tengah.
(Sya'ban)












