PULANG PISAU – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pulang Pisau melakukan studi tiru ke Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, guna memperkuat strategi percepatan penurunan stunting melalui adopsi praktik terbaik.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka stunting dengan mempelajari keberhasilan Bantul yang dikenal sebagai salah satu daerah rujukan nasional dalam pengendalian stunting.
Wakil Bupati Pulang Pisau selaku Ketua TPPS, H. Ahmad Jayadikarta, mengatakan bahwa Bantul memiliki konsistensi dalam menurunkan prevalensi stunting melalui pendekatan terintegrasi berbasis data dan keterlibatan masyarakat.
“Kami melihat komitmen Bantul sangat kuat, terutama dalam sinkronisasi data dari tingkat desa hingga kabupaten. Ini yang ingin kami adaptasi agar intervensi di Pulang Pisau benar-benar tepat sasaran,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan TPPS mendalami sejumlah strategi utama, di antaranya penguatan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), optimalisasi program berbasis pangan dan gizi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau tumbuh kembang anak.
Pemerintah Kabupaten Bantul juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya penurunan stunting, yang melibatkan perangkat daerah, TP PKK, hingga peran aktif masyarakat dalam satu visi pembangunan.
Melalui studi tiru ini, TPPS Pulang Pisau menargetkan lahirnya langkah konkret yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL), dengan harapan mampu mempercepat penurunan stunting hingga mencapai target nasional sebesar 14 persen pada tahun mendatang. (denny)












