PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan prestasi optimal pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Tahun 2026 dengan menyiapkan atlet-atlet terbaik hasil seleksi daerah.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Kejurnas bukan sekadar partisipasi, melainkan harus dibarengi dengan target meraih prestasi.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Orado Kalteng masa bakti 2026-2030 yang dirangkaikan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Orado Kalteng di Duta Mall Palangka Raya, Senin, 13 April 2026.
“Kita harus mengirim atlet-atlet berprestasi yang benar-benar siap bertanding dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegas Edy.
Menurutnya, Kejurprov Orado Kalteng menjadi momentum penting untuk menjaring dan menyeleksi atlet terbaik yang nantinya akan mewakili daerah pada Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 April 2026 di Jakarta.
Ia menekankan bahwa proses seleksi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional agar menghasilkan atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki mental bertanding yang kuat.
“Kejurprov ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencari atlet potensial yang bisa membawa nama Kalteng meraih prestasi,” ujarnya.
Edy juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan Orado di Kalimantan Tengah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga domino di daerah.
Menurutnya, organisasi olahraga memiliki peran penting tidak hanya dalam mencetak prestasi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung penuh pengembangan olahraga masyarakat, termasuk domino, sebagai jembatan membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berbudaya,” katanya.
Selain itu, ia mendorong pengurus Orado Kalteng untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pemerintah daerah, guna memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan di tingkat nasional tidak lepas dari sistem pembinaan yang terstruktur, konsisten, dan berjenjang.
“Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar atlet yang dihasilkan benar-benar siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga ke depan di level yang lebih tinggi,” tuturnya.
Edy juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Ia menilai, selain mengejar prestasi, nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan harus tetap menjadi bagian penting dalam setiap ajang olahraga.
“Prestasi itu penting, tetapi sportivitas dan kebersamaan juga harus tetap dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, pelantikan pengurus Orado Kalteng masa bakti 2026-2030 yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus cabang kabupaten/kota se-Kalteng dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi secara menyeluruh.
(Sya'ban)












