Gelombang di Perairan Selatan Kalteng Masih Rendah, Tetap Minta Waspada

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Selatan (Kalteng) pada pekan ini berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter atau berada pada kategori rendah hingga sedang.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut , Ika Priti, mengatakan kondisi tersebut masih tergolong aman. Meski demikian, masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

“Tinggi gelombang di Perairan Selatan Kalteng diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,5 meter dengan kategori rendah hingga sedang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

“Bagi warga di pesisir dan perairan selatan Kalteng, diimbau agar berhati-hati saat beraktivitas di laut mengingat potensi angin kencang,” lanjutnya

juga memprakirakan sejumlah wilayah di Kalteng berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Secara umum, kondisi cuaca di Kalteng selama sepekan ke depan didominasi cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar 23 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga selatan dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam.

Menurut Ika, potensi hujan dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang didukung daerah belokan angin dan konvergensi sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.

“Dinamika atmosfer menunjukkan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial yang aktif di wilayah Kalteng, serta didukung adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.

Potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi pada 20 hingga 22 Juli 2026 di Kabupaten , , bagian utara , , , , serta bagian utara .

Sementara pada 23 hingga 26 Juli 2026, potensi hujan diperkirakan berfokus di Kabupaten dan .

juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan lokal berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, maupun puting beliung.

“Kami meminta agar masyarakat mengantisipasi potensi genangan, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena masih terdapat potensi karhutla di sejumlah wilayah Kalteng,” pungkasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Jalan Sehat di Pangkalan Bun Tunjukkan Semangat Persatuan Warga Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!